AJI Jakarta: Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Nurhadi - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad



JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar aksi damai di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Senin, 5 April 2021.  Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani saat memimpin aksi, menuntut dan mendesak Presiden Joko Widodo serta Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan pengusutan kasus penganiayaan terhadap Nurhadi, hingga tuntas.

 

Asnil juga mendesak Kapolri beserta jajarannya untuk profesional menangani kasus penganiayaan kepada Nurhadi. "Penting untuk diusut tuntas, mengingat sebagaian pelakunya adalah anggota polisi", katanya.

 

Aksi damai  yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diikuti 10 orang anggota AJI Jakarta. Mereka membentangkan berbagai poster berisi kecaman atas kebrutalan pelaku kekerasan terhadap jurnalis Tempo tersebut.

 

Dalam aksi itu, Asnil menganggap kekerasan dan penganiayaan yang dialami Nurhadi merupakan bentuk serangan terhadap kebebasan pers yang melanggar KUHP serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

"AJI Jakarta mengutuk tindakan kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku," tegas Asnil.

 

Kekerasan dan penganiayaan terjadi ketika Nurhadi sedang melakukan reportase perihal kasus suap mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji. Dalam kasus tersebut, Angin Prayitno telah ditetap sebagai tersangka tersangka dalam kasus suap pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

"Tindakan kekerasan terhadap Nurhadi terjadi ketika dia menjalankan penugasan dari  Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji," kata Asnil.

 

Menurut Asnil, penganiayaan bermula ketika sejumlah pengawal Angin Prayitno menuduh Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di Kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 27 Maret 2021 malam.

 

Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya.

 

"Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya," kata Asnil.

 

Atas kejadian itu, AJI Jakarta, menyatakan bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan upaya menghalang-halangi kegiatan jurnalistik dan melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

"Tindakan penganiayaan kepada Nurhadi juga melanggar UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Konvensi Hak Sipil dan Politik, dan Perkap No 8 Tahun 2009 tentang Pengimplementasian Hak Asasi Manusia," pungkas Asnil.

 

Pada kesempatan itu, Asnil juga mendesak Kapolri mengusut tuntas semua kasus kekerasan terhadap jurnalis yang hingga saat ini masih mangkrak. (Jekson Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad