Sikapi Kondisi Bangsa, Sejumlah Aktivis Deklarasikan PIS - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Sikapi Kondisi Bangsa, Sejumlah Aktivis Deklarasikan PIS

Sikapi Kondisi Bangsa, Sejumlah Aktivis Deklarasikan PIS

Share This

BOGOR,  MEDIAJAKARTA.COM- Merespon kondisi politik dan sosial ekonomi Indonesia, sejumlah aktivis alumnus Himpunan Mahasiswa Islam seperti Yusro Kasim, Adri Piliang dan Dudy Fernades dan lain-lain  mendeklarasikan organisasi sosial yang dinamakan Persaudaraan Indonesia Sejahtera (PIS) di Bogor pada tanggal 6 Maret 2021.


Deklarasi  PIS digelar secara virtual dan dirangkaikan dengan Diskusi Publik dengan Tema “Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi dan Sektor Ketenaga Kerjaan”.

Menurut salah satu deklator PIS, Yusro Kasim, PIS hadir dengan mendeklarasikan diri sebagai sebagai bagian dari komponen bangsa dengan mengambil tempat tersendiri dalam memberi kontribusi guna terwujudnya Indonesia Sejahteraa. Kesadaran akan peran yang harus diambil dalam mewujudkan cita-cita tersebut menjadi dasar pergerakan Persaudaraan Indonesia Sejahtera (PIS).

“Keberadaan organisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan gagasan-gagasan yang terbaik bagi kemajuan bangsa, lebih dari itu gagasan-gagasan yang dilahirkan diharapkan menjadi sebuah aksi atau gerakan bersama dengan komponen anak bangsa lainnya,”ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Rusdi selaku Direktur Presiden KSPI yang juga turut hadir dalam deklarasi PIS menyambut baik hadirnya PIS. Menurutnya keberadaan dan kiprah PIS sangat diperlukan ditengah kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang banyak mengalami masalah, terutama masalah perburuhan, dan kondisi social ekonomi yang saat ini mengalami krisis akibat pandemi COVID-19.

Dikatakan buruh dan kesejahteraan memang ini sangat erat kaitannya dengan para pekerja salah satu ending pergerakan dan tema central buruh ialah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi buruh dan juga rakyat.

“Tiga hal sesorang dapat dikatakan sejahtera adalah memiliki pekerjaan yang layak bukan sekedar pekerjaan, upah yang layak cukup untuk memenuhi kehidupannya baik kebutuhan utama dan sekunder lainya serta jaminan kehidupan yang layak,”ujarnya ketika menjadi narasumber acara diskusi PIS.


Rahman Yasin selaku pengamat dan akademisi yang juga turut hadir dalam diskusi PIS mengatakan,  kepercayaan masyarakat (public trust) pada politik hukum merupakan modal utama dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan.

Sistem politik hukum bisa dengan efektif diterapkan sangat ditentukan selain dari persediaan infrastruktur dan pelayanan peradilan yang bagus dan keteledanan politik elit.

Pancasila harus dipahami, bukan hanya sebagai sumber hukum tetapi juga sumber moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, kandungan normatif UUD 1945 harus dipahami berisi ‘rules of the constitutional law’, dan sekaligus ‘rules of the constitutional ethics’ secara bersamaan.

Sementara Marwan Aziz selaku pegiat media sosal sekaligus founder Mediajakarta.com, melihat di sisi lain dampak pandemi Covid-19 pada sector usaha umkm khususnya berbasis digital online ternyata menjadi peluang usaha baru yang cukup menjanjikan hingga ramai-ramai orang menjadi pelaku usaha barbasis online mengalami tren peningkatan cukup signifikan baik dari segi penjualan maupun pelaku baru online digital.

Ia mengutip Jack Ma, setiap krisis pasti ada peluang, nah siapa jeli melihat peluang dan bisa menawarkan solusi atas masalah yang ada, disitulah peluang bagi seorang pebisnis.

Pada kesempatan tersebut, mantan coordinator Environmental Parliament Watch (EPW) Jakarta  juga menyoroti penanganan Covid-19 di Indonesia. Menurutnya di awal Covid-19, Pemerintahan Jokowi terlihat gagap dalam menyikapi pandemi, bahkan virus Corona sempat menjadi bahan olok-olokan oleh beberapa pejabat pemerintah.

Diakhir diskusi Yusro Kasim sebagai Ketua Umum PIS menyimpulkan, segala permasalahan bangsa. Pancasila harus menjadi jalan hidup (way of life) bangsa ini bukan hanya menjadi slogan semata seperti sebagian kelompok mengatakan ‘saya pancasila’ sekedar dimulut nyatanya dalam implentasi bahkan terkesan jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Oleh karenanya menuju Indonesia Sejahtera, sebuah harapan yang tidak pernah berhenti di perjuangkan oleh seluruh komponen bangsa ini. Sejak Indonesia merdeka, pergulatan politik, budaya, ekonomi dan sosial pada akhirnya diharapkan bermuara akan terwujudnya Masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Maka menjadi sebuah kesadaran bersama lalu bersama juga mencari solusi-solusi yang terbaik dalam menyikapi kondisi yang tidak menguntungkan bahkan mengancam cita-cita keadilan dan terwujudnya kesejahteraan bersama,”tandasnya (MJ)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad