Pemerintah Didesak Tinjau Ulang Rencana Impor Beras - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Pemerintah Didesak Tinjau Ulang Rencana Impor Beras

Pemerintah Didesak Tinjau Ulang Rencana Impor Beras

Share This

Mantan Sekjen FKKHIMAGRI, Benny Rivaldi


JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Pemerintah berencana melakukan Impor Beras sebanyak satu juta ton dinilai perlu untuk ditinjau ulang.


Rencana ini bermula saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan dalam agenda Raker Kementerian Perdagangan tanggal 4 Maret 2021. Disampaikan bahwa 1 juta ton beras nanti dipergunakan untuk Cadangan Beras Pemerintah dan kebutuhan Bulog.


Rencana tersebut banyak menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat Indonesia yang memperhatikan kondisi Pertanian saat ini. Bagaimana tidak, rencana impor beras hadir ditengah kondisi petani akan memasuki masa panen. Ini jelas akan menjadi kekhawatiran bagi petani karena harga beras akan anjlok.


Seperti yang kita ketahui, BPS mengeluarkan data produksi nasional untuk padi di tahun 2020 yang memperlihatkan adanya kenaikan produksi mencapai 54,65 juta ton GKG yang jika dikonversikan akan menjadi 31,33 juta ton beras. Kemudian perkiraan produksi padi pada Januari – April 2021 sebesar 25,37 juta ton GKG, besaran tersebut meningkat jika dibandingkan  pada periode Januari-April tahun 2020 lalu yang hanya 19,9 juta ton GKG.


Benny Rivaldy, Mantan Sekjend Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI) menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tidak perlu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan Impor. “Ini sangat kontradiktif jika melihat data BPS dan kondisi lapangan petani di masa panen dalam waktu dekat. Sebaiknya Pemerintah (Kemenko Bidang Perekonomian dan Kemendag)tidak tergesa-gesa menentukan rencana impor beras” ujarnya kepada Mediajakarta.com (22/3/2021).


Lebih lanjut, perlu adanya sinergisitas terkait ketersediaan pangan saat ini hingga potensi panen padi dalam waktu dekat agar tidak terjadi ketimpangan. Selain itu, Benny juga berpendapat bahwa saat ini Kementerian Pertanian bisa terlibat mengawal proses panen padi hingga harga di petani agar memberikan dampak kesejahteraan bagi petani.


“Kita berharap, Kementan menjadi harapan kita bersama dalam mengambil solusi yang terbaik untuk menyikapi hal tersebut. Kita mendukung penuh apabila Kementan mengawal proses produksi padidan kita berharap Kementan turut mendorong agar Bulog menyerap secara penuh hasil petani nantinya” Pungkasnya. (MJ)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad