Jokowi Peringati Hari HAM Tapi Tak Sedikitpun Singgung Penembakan 6 Anggota FPI - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Jokowi Peringati Hari HAM Tapi Tak Sedikitpun Singgung Penembakan 6 Anggota FPI

Jokowi Peringati Hari HAM Tapi Tak Sedikitpun Singgung Penembakan 6 Anggota FPI

Share This

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Presiden Jokowi hari ini memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), tapi Jokowi tak menyinggung sama sekali kasus penembakan yang dilakukan aparat kepolisian yang berujung  tewasnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mengawal Habib Rizieq Shihab.


Seperti diketahui kasus penembakan tersebut mendapat perhatian dan sorotan publik tak lokal Indonesia tapi juga internasional, sejumlah media internasional telah ramai memberitakan peristiwa yang terjadi di Tol Cikampek-Jakarta tanggal 7 Desember 2020 dini hari. 


Namun hingga berita ini ditulis, Jokowi masih memilih diam dan belum menyampaikan keterangan terkait kasus penembakan yang menewaskan 6 anggota FPI, tidak seperti kasus pembantaian di Sigi, Sulteng beberapa waktu lalu, saat itu Jokowi langsung menyampaikan keterangan pers.


Dalam sambutan peringatan Hari HAM secara virtual, Jokowi mengklaim Pemerintah memiliki komitmen besar terhadap penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) yang merupakan pilar penting bagi Indonesia yang beradab, tangguh, dan maju. 


Jokowi juga mengatakan Pemerintah juga selalu berupaya untuk menuntaskan masalah HAM masa lalu secara bijak dan bermartabat.


Presiden mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa.


“Kita harus bekerja sama menyelesaikannya dan mencurahkan energi kita untuk kemajuan bangsa. Melalui Menko Polhukam, saya telah menugaskan agar penyelesaian masalah HAM masa lalu terus dilanjutkan yang hasilnya bisa diterima semua pihak serta bisa diterima dunia internasional,” ujarnya.


Dikatakan komitmen kuat pemerintah dalam penegakan HAM telah dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2025. Hak sipil, politik, ekonomi, sosial, serta budaya harus dilindungi secara berimbang dan tidak ada satupun yang terabaikan.


Sementara itu, di tengah pandemi saat ini, Kepala Negara mengatakan seluruh pihak harus terus bekerja keras untuk menghambat penyebaran virus, mengobati yang sakit, mencegah kematian, dan memberikan bantuan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak. 


Bersamaan dengan itu, kita juga harus menjaga agar pandemi tidak memperburuk upaya pemenuhan hak asasi masyarakat.


“Selain itu, kita masih menghadapi beberapa masalah yang harus kita selesaikan. Saya mendengar masih ada masalah kebebasan beribadah di beberapa tempat. Untuk itu saya minta agar aparat, pemerintah pusat, daerah, secara aktif dan responsif untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan bijak,” imbuhnya.


Pembangunan infrastruktur, Presiden melanjutkan, juga harus dedikasikan sebagai prasarana untuk pemenuhan HAM dengan menjamin keterjangkauan hak mobilitas, kesehatan, pangan, dan kebutuhan dasar yang merata termasuk bahan bakar satu harga. 


Demikian halnya dengan pembangunan sumber daya manusia yang berjalan dengan memastikan penurunan kasus stunting serta keterjangkauan pendidikan yang memadai terutama di daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.


“Saya juga memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kita telah membentuk Komisi Nasional Disabilitas dan berorientasi pada pendekatan hak asasi manusia,” ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM dan para pegiat HAM yang terus aktif berperan dalam meningkatkan kesadaran HAM di tengah masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak untuk turut berperan aktif dalam menghormati hak-hak dan menjadi penanggung jawab atas terpenuhinya hak-hak pihak lain.


“Dengan meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM maka kita menjadi bangsa yang lebih beradab, tangguh, dan maju,” tandasnya (MJ)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad