Pemilu AS, Trump dan Biden Tunggu Penghitungan Suara Awal - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Pemilu AS, Trump dan Biden Tunggu Penghitungan Suara Awal

Pemilu AS, Trump dan Biden Tunggu Penghitungan Suara Awal

Share This


NEW YORK, MEDIAJAKARTA.COM-Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS)mulai ditutup di Amerika Serikat (AS), Selasa (3/11) malam.

Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan penantangnya dari partai Demokrat, mantan wakil presiden Joe Biden, menunggu para pejabat merilis penghitungan suara pertama dalam persaingan yang sengit untuk empat tahun masa jabatan di Gedung Putih.

Dikutip dari VOA, ketika TPS ditutup di negara bagian Indiana dan tetangganya Kentucky pada sore hari, warga Amerika terus memberikan suara di sepanjang Pantai Timur dan lebih banyak lagi di zona waktu Pantai Barat AS.

Para pemilih itu adalah bagian dari puluhan juta warga yang antre di seluruh negeri sepanjang hari untuk mencoblos pada hari pemilu. Lebih dari 101 juta pemilih lainnya memberikan suara lebih awal dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian pemilih menghindari memberi suara langsung pada hari pemilu di tengah pandemi virus corona yang tidak terkendali di AS.

Penghitungan suara awal berfokus di dua negara bagian pesisir Atlantik, yaitu Florida, negara bagian saat ini Trump berdomisili, dan North Carolina. Keduanya negara bagian yang dimenangkan Trump pada 2016 atas Hillary Clinton dari Demokrat. Namun jajak pendapat terakhir menunjukkan Trump dan Biden bersaing ketat.

Para analis menyatakan kedua negara bagian itu penting bagi Trump untuk kembali memenangkan masa jabatan kedua dan terhindar untuk menjadi presiden AS ketiga yang kalah dalam pemilihan kembali dalam empat dekade terakhir.

Kemenangan bagi Biden, yang telah menjadi tokoh politik di Washington selama hampir setengah abad, baik di salah satu atau kedua negara bagian itu akan secara signifikan berpeluang untuk memenangkan kursi kepresidenan dalam percobaan ketiga kalinya. Biden kalah dalam pencalonan presiden dari Partai Demokrat pada 1988 dan 2008 (VOA/MJ)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad