Ini Rahasia Anita Tanotho Sukses Bisnis Kuliner Dessert dan Kini Punya 10 Outlet - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Ini Rahasia Anita Tanotho Sukses Bisnis Kuliner Dessert dan Kini  Punya 10 Outlet

Ini Rahasia Anita Tanotho Sukses Bisnis Kuliner Dessert dan Kini Punya 10 Outlet

Share This

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Sejumlah bisnis kini terdampak COVID-19, tak terkecuali bisnis kuliner.  Untuk bertahan dari dampak COVID-19, bisnis kuliner perlu ada inovasi yang terus menerus serta selalu melakukan riset akan selera pasar, inilah menjadi rahasia Anita Tanotho.

Perempuan 28 tahun ini memulai bisnis makanan penutup atau dessert ala Taiwan pada tahun 2014 dan membuka outlet pertamanya pada tahun 2015 yang diberi nama Zeribowl.

"Kita selalu melihat peluang dan tren selera pasar, misalnya rasa atau varian apa yang sedang happening. Zeribowl memang punya identitasnya sendiri, tapi kita juga selalu memantau tren pasar lalu kita keluarkan produk yang sesuai tren," kata Anita.

Ia mengatakan tantangan membangun usaha kuliner ini adalah selera masyarakat yang terus berubah.

Kata Anita, masyarakat cepat bosan dengan kuliner yang itu-itu saja. Maka dari itu ia harus terus berusaha agar bisa berinovasi dan menghadirkan produk baru yang diterima pasar.

"Kita punya tim RnD (Research and Development) untuk melakukan pengembangan menu. Nah saya sendiri masih terlibat dalam proses RnD ini, tapi refrensinya dari tim," katanya seperti dikutip dari Tribun Medan.

Menurut Anita, pasar usaha kuliner ini juga masih sangat besar di Kota Medan. Meski usaha kuliner sangat ramai namun bisnis di sektor ini masih menarik karena makanan adalah kebutuhan dasar setiap manusia.

"Setiap orang selalu butuh makan. Kalau kita punya sebanyak apapun kompetitor, kita harus tahu apa yang membedakan kita dengan yang lain. Kenapa customer harus memilih kita. Dan tidak semua masyarakat di Kota Medan ini harus dijadikan target pasar, 10 persen saja yang menjadi target kita tapi benar-benar serius, itu sudah lebih dari cukup," katanya.

Ia menceritakan, bisnis kuliner itu awalnya dimulai di rumahnya. Menu awalnya ia buat secara otodidak dan sesuai dengan seleranya karena saat itu ia juga sangat menyukai dessert Taiwan yang tengah booming di Kota Medan.

Awalnya produk ini ia pasarkan secara online dengan sistem pre order (PO).

"Waktu itu kita antar satu per satu ke rumah pemesan. Sistem itu sekitar delapan bulan kita lakukan. Selama itu pula, kita banyak sekali terima masukan dari customer yang ingin langsung menikmati Zeribowl tanpa harus menunggu PO. Makanya akhirnya kita buka outlet pertama," katanya.

Ia menceritakan saat membangun bisnis ini, bertepatan dengan persiapan kelulusannya dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara.

Usaha ini ia mulai dengan modal seadanya yang bersumber dari uang jajan dan gajinya bekerja part time sebagai pengajar les privat bahasa Mandarin.


"Buka usaha ini sama partner saya yang memang punya pengalaman di bidang bartender. Partner ini, pacar saya yang sekarang sudah jadi suami. Kami mulai usaha ini dengan modal pas-pasan. Saat itu kami juga masih kuliah tapi sudah tahap penyusunan skripsi dan banyak waktu luang. Uang jajan dan gaji dari kerja part time kami yang kami sisihkan jadi modal usaha ini," katanya.

Ia mengatakan banyak suka duka yang ia alami saat memulai usaha ini. Apalagi keduanya memang tidak memiliki dasar keilmuan di bidang wiraswasta.

"Saat kuliah juga enggak ada jurusan bisnis. Jadi semua learning by doing. Kita cuma hobi untuk membuat sesuatu tapi secara manajemen kita belum terlalu jago. Saat itu jadi banyak lika likunya lah," katanya.

Anita bercerita apa yang ia raih saat ini bukanlah cita-citanya sejak dulu. Ia bahkan tak menyangka akan membawa usaha dessert-nya sejauh ini. Baginya ia hanya memanfaatkan peluang yang sedang ada di depan mata saat itu.

"Ini bisnis pertama yang aku kerjakan. Semuanya rasanya terjadi begitu saja. Waktu itu aku lulus kuliah pasti ada pilihan mau kerja kantoran atau meneruskan bisnis ini. Tapi rasanya mengalir begitu saja, lagi ada kesempatan seperti ini, saya coba ternyata memang bisa saya jalankan. Jadi saat itu enggak kepikiran untuk lamar kerjaan kantoran," katanya

Anita berbagi tips, menurutnya jika punya ide, langsung saja dieksekusi. Jangan menunggu agar rencana tersebut sempurna karena dalam prosesnya akan selalu ada perbaikan.

"Jalani saja dulu. Karena kalau enggak mulai mulai, juga enggak tahu hasilnya gimana. Jangan terlalu tunggu sempurna baru mulai. Kalau sudah dijalani baru tahu, oh kurangnya saya di sini, perlu improve di sini," katanya.


"Karena enggak ada yang sempurna, jadi dicoba saja, dijalankan saja. Jangan terlalu takut," tegasnya.

Usaha yang dimulai dari rumah itu kemudian diwaralabakan hingga ke kota lain di luar Medan. Sekarang ada sembilan outlet di Medan, satu di Batam, dan dalam waktu dekat akan buka lagi di Pematangsiantar.

"Karena sudah buka outlet pertama tahun 2015, rasanya tanggung kalau sampai situ saja. Saat itu kita rasa harusnya Zeribowl bisa lebih dari ini. Yaudah kita coba bikin sistemnya terstruktur, kita pasarkan secara kemitraan untuk partner yang ingin bergabung, jadi franchise lah," katanya. (TM)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad