Per 10 September 2020, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 11.696 orang - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Per 10 September 2020, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 11.696 orang

Per 10 September 2020, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 11.696 orang

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM  -  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 11.696 (orang yang masih dirawat/ isolasi).

"Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 51.287 kasus," kata Dwi Oktavia.

Dari jumlah tersebut, total 38.226 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,5%, dan total 1.365 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/ perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, tes PCR telah dilakukan terhadap 7.979 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.383 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.002 positif dan 5.381 negatif.

"Namun, penambahan kasus hari ini totalnya 1.450 kasus, karena sebanyak 448 kasus adalah data akumulasi dari tanggal 7 dan 8 September yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 68.176. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 59.229," terangnya.

Pada penerapan kembali PSBB, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Selain itu, melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

"Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19", pungkas Dwi Oktavia. (red) 

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad