Kegiatan Di Jakarta Harus Ikuti Kebijakan Rem Darurat - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sebagai langkah kebijakan rem darurat (Emergency Brake Policy). Salah satunya penyesuaian terhadap kegiatan tempat ibadah, yaitu masih boleh membuka terbatas bagi warga setempat dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

Artinya, rumah ibadah raya, yang jamaahnya dari berbagai daerah, seperti Masjid Raya, belum boleh buka. "Di sisi lain, rumah ibadah di kampung, untuk warga di kampung tersebut, masih boleh buka," kata Gubernur Anies.

Gubernur Anies juga menekankan bahwa khusus daerah yang memiliki jumlah kasus tinggi, kegiatan beribadah harus dilakukan di rumah. Meskipun demikian, Gubernur Anies menyebut lebih baik bila beribadah dilakukan di rumah.

Sementara terkait transportasi publik, kembali akan dibatasi dengan ketat jumlah dan jamnya. "Ganjil-Genap untuk sementara, kita tiadakan. Namun, bukan berarti kita bebas bepergian dengan kendaraan pribadi," katanya.

Menurut Gubernur Anies, saat ini pesannya jelas, dan kondisi sangat darurat. Bahkan lebih darurat dari awal wabah dahulu. "Maka, jangan keluar rumah bila tidak terpaksa. Tetap di rumah saja, dan jangan keluar dari Jakarta bila ada kebutuhan sangat mendesak," imbau Gubernur Anies.

Pembatasan Pergerakan Orang
Khusus terkait pergerakan orang keluar-masuk Jakarta, Pemprov DKI akan membatasinya hingga batas minimal. Meskipun, kenyataannya ini akan sulit ditegakkan hanya oleh Jakarta, maka menurut Anies, dibutuhkan koordinasi dan kerjasama erat dengan Pemerintah Pusat, utamanya Kementerian Perhubungan, dan juga dengan pemerintah daerah penyangga, yaitu kota-kota Bodetabek.

"Kami akan segera berkomunikasi dan berkoodinasi bersama, karena wabah ini kita alami sebagai satu daerah megapolitan bersama dan harus kita selesaikan bersama-sama juga," ujar Gubernur Anies lebih lanjut.

Gubernur Anies juga menegaskan seluruh kegiatan perkumpulan yang menimbulkan kerumunan di tempat publik akan dilarang. Seluruh kegiatan masyarakat yang berada di lingkungan komunitas masyarakat seperti arisan, reuni, pertemuan keluarga, ataupun pengajian diharapkan untuk ditunda.

"Akan ada waktu 4 hari ke depan bagi pengelola perkantoran untuk mempersiapkan diri menghadapi PSBB yang akan kita mulai hari Senin (informasi  detail rentang waktu PSBB akan menyusul). Harap persiapkan segalanya dengan baik," tegas Gubernur Anies.

Menurut Anies, karena kita telah pernah mengalami PSBB ketat beberapa bulan lalu, maka sudah tahu apa yang perlu dipersiapkan sesuai kebutuhan masing-masing. "Kami akan terus memberikan informasi dan panduan secara bertahap dalam hari-hari ke depan. Transparansi tetap menjadi komitmen kami," tegas Gubernur Anies.

Tes Massal Masif
Gubernur Anies juga berupaya menambah kapasitas dan terus melakukan kegiatan testing secara lebih massif, termasuk dengan peningkatan tracing (pelacakan) maupun treatment (perawatan).

Sejauh ini, menurut Gubernur Anies sebanyak 716.776 orang telah dites PCR di Jakarta dan itu artinya 49% tes secara nasional dilakukan di Jakarta.

Adapun tingkat tes Jakarta adalah 67.335 orang dites per sejuta penduduk, dan angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional di 5.348 orang dites per sejuta penduduk.

Dari sejumlah tes tersebut, ditemukan 49.837 kasus. Artinya, positivity rate atau tingkat kasus positif Jakarta hingga saat ini adalah 7,0 %, lebih rendah dari positivity rate nasional sebesar 14,0%.

Gubernur Anies menegaskan, sejak masa PSBB Transisi diberlakukan pada bulan Juni, jumlah tes Jakarta secara konsisten melebihi standard WHO hingga lebih dari 5x lipat. Terbukti dari kegiatan Puskesmas yang secara rutin melakukan active case finding ke masyarakat, dan juga meningkatkan tracing.

Saat ini tingkat tracing Jakarta adalah 6, artinya untuk setiap 1 kasus positif ada 6 kontak eratnya yang dilacak. Ini baru masuk level moderat dan Jakarta akan terus meningkatkan kapasitas tracing.

Adapun untuk kapasitas treatment, seperti sudah dijelaskan di awal, kami juga tidak akan berhenti meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan khusus COVID.

Selain menambah jumlah tempat tidur isolasi dan ICU khusus COVID, saat ini Pemprov sedang dalam proses mengubah beberapa RSUD menjadi rumah sakit khusus COVID.

"Untuk tahap awal, RSUD Pasar Minggu dan RSUD Cengkareng akan kita ubah menjadi RS khusus COVID," ujar Gubernur Anies lebih lanjut.

Tambahan Tenaga Medis
Pemprov DKI Jakarta juga telah menambah tenaga medis dan tenaga penunjang kesehatan sebanyak 1.174 orang yang akan mengabdi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Menurut Gubernur Anies, kapasitas fasilitas kesehatan yang meningkat akan diiringi dengan peningkatan tenaga kesehatan baru sekaligus perlindungan atas mereka.

Termasuk juga dengan memfasilitasi dengan menyediakan penginapan khusus tenaga kesehatan penanganan COVID-19 dan kendaraan untuk mobilitas ke tempat mereka masing-masing melakukan pengabdian.

Pemberian Bansos
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan dukungan bantuan sosial kepada masyarakat yang paling rentan terdampak, dengan kembali berlakunya PSBB. Pemprov DKI bersama dengan Kementerian Sosial akan terus memberikan bantuan sosial kepada keluarga rentan di Jakarta yang selama ini telah menjadi penerima.

"Detailnya akan segera kami umumkan," jelas Gubernur Anies.

Vaksin Covid-19
Gubernur Anies menyebut wabah ini akan berakhir dengan harapan realistis melalui penemuan vaksin yang aman dan efektif serta terdistribusi secara merata di masyarakat. Akan tetapi, vaksin tersebut tidak akan hadir dalam waktu 1-2 bulan ke depan.

Menurut Gubernur Anies, secara realistis, vaksin baru akan hadir tahun depan sedangkan kondisi darurat sudah hadir di DKI Jakarta.

"Maka, sampai datangnya vaksin nanti, kita harus bersiap melawan wabah dengan menjalankan pembatasan sosial secara serius dan berdisiplin tinggi.

Selain itu, seluruh jajaran Pemprov DKI berkomitmen untuk bekerja keras dan bersiaga penuh selama masa pembatasan ini untuk meringankan beban masyarakat.

"Cobaan wabah ini memang besar. Ini mungkin cobaan terbesar dalam usia hidup generasi kita. Namun, cobaan besar ini bisa berkurang rasa beratnya bila kita saling mendukung," ujar Gubernur Anies.

"Jangan sampai kita mengambil langkah-langkah yang menyebabkan kita menjadi berpihak pada virusnya, dan bukan pada sesama kita. Ini saatnya kita bersatu, bergotong-royong melawan virus ini. Kita berdoa pada Allah SWT agar segera mengangkat wabah ini secepatnya," pungkas Gubernur Anies. (Red)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad