Penataan Kampung Akuarium Tingkatkan Sektor Ekonomi Dan Pariwisata - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Penataan Kampung Akuarium Tingkatkan Sektor Ekonomi Dan Pariwisata

Penataan Kampung Akuarium Tingkatkan Sektor Ekonomi Dan Pariwisata

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Program Peningkatan Kualitas Permukiman di Kampung Akuarium melalui Community Action Plan (CAP).

Proses CAP yang berlokasi di Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara itu dimulai dari sosialisasi, rembuk RW, FGD, hingga penyusunan rencana penataan kampung dengan melibatkan masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan bahwa Kampung Akuarium dibangun paling awal dengan mempertimbangkan kesiapan dari sisi masyarakatnya maupun administratif. "

Kampung Akuarium dapat dibangun karena lahan Kampung Akuarium merupakan aset milik Pemprov DKI, dan peruntukan lahannya sesuai dengan rencana tata ruang," ujar Sarjoko.

Sarjoko juga menyatakan proses penataan Kampung Akuarium tergolong unik karena berada di kawasan Kota Tua.

"Kampung Akuarium telah melewati diskusi yang cukup panjang, pembahasan dan penyesuaian yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, sebagai hunian massal di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta," terang Sarjoko.

Kampung Akuarium di Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara
Pada mulanya, lahan yang akan dibangun Kampung Susun Akuarium merupakan pulau hasil sedimentasi tanah yang dibawa aliran sungai Ciliwung menuju muara. Sedimentasi tersebut terbentuk pada abad 18 dan menjadi seperti pulau, serta terletak di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sejarah lokasi ini tidak bisa lepas dari sejarah Batavia hingga jelang masa kemerdekaan dan sejarah kontemporer Jakarta sendiri, termasuk pasca reformasi.

Pada tahun 1950, nama Akuarium menggantikan nama Pusat Laboratorium Penelitian Laut, ketika pemerintah mengambil alih Laboratorium tersebut dari Belanda. Pusat laboratorium itu kemudian dijadikan Wisata Akuarium oleh Pemerintah Kota Jakarta saat itu. Sejarah tersebut melekat kuta bagi warga Kampung Akuarium.

"Kami ini disebutnya “orang kota asli”, karena kami lahir dan tinggal di kawasan cagar budaya," terang Diani, salah satu warga Kampung Akuarium.

Menurut Diani, mereka hidup dengan sejarah, sehingga kenal dekat dengan sejarah Jakarta yang dulunya bernama Batavia.

"Karena itu, tinggal di sini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya karena berada di lingkup kawasan sejarah besar Jakarta," ujarnya.

Kampung Akuarium tempo dulu.
Lebih lanjut, Diani berharap penataan Kampung Akuarium dapat membuktikan bahwa warga kampung dapat tetap hidup berdampingan dengan situs cagar budaya. Selain itu, dibangunnya Kampung Susun Akuarium diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga sekitar melalui sektor pariwisata.

"Ada banyak efek positif, sebagai warga yang tinggal di sini. Sebagian dari kami bisa mendapat mata pencaharian seperti menjadi tour guide atau berkarya lewat souvenir. Dulunya juga banyak turis-turis asing yang tinggal di rumah warga saat melakukan wisata di kawasan Kota Tua dan sekitarnya," lanjut Diani.

Menurut Diani, perencanaan pembangunan Kampung Akuarium dilakukan kolaboratif bersama warga. Warga Kampung Akuarium memberikan desain awal kampung akuarium kepada pemprov DKI Jakarta untuk diteruskan oleh dinas perumahan dan permukiman DKI Jakarta.

"Pendekatan kolaboratif pada pembangunan kembali kampung akuarium diharapkan menjadi titik awal penataan permukiman yang kolaboratif di DKI Jakarta," pinta Diani.

Diani juga  berharap program penataan Kampung Akuarium menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. "Selama pemimpin bisa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi, warga siap untuk diajak kerja sama," pungkasnya. (Jekson S)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad