Pemprov DKI Perpanjang Masa PSBB Transisi Fase 1 Selama 14 Hari - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM -  Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, usai rapat evaluasi masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase 1 memperpanjang PSBB Transisi di wilayah DKI Jakarta selama 14 hari ke depan.

“Jadi, PSBB di Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan, dan kita akan evaluasi lagi sesudah kita mendapatkan perkembangan terbaru,” ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Gubernur Anies, keputusan untuk memperpanjang masa PSBB Transisi didasarkan atas indikator yang telah dianalisis oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI bersama para pakar epidemiologi. Saat ini, DKI Jakarta berada pada indikator pelonggaran, karena total skor mencapai di atas 70.

“Dari indikator pantau pandemi yang disusun oleh tim FKM UI ada 3 unsur, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan fasilitas kesehatan. Di sini terlihat bahwa unsur epidemiologi skornya 75, kesehatan publik skornya 54, dan faskes skornya 83. Sehingga, total skor di DKI adalah 71,” papar Gubernur Anies.

Pemprov DKI Jakarta tidak ingin terburu-buru dalam melakukan pelonggaran. Pasalnya, meskipun hasil pantuan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan laju incident rate relatif terkendali, namun secara mapping wilayah, terdapat wilayah yang laju incident rate-nya masih cukup tinggi.

“Ada satu kecamatan, satu kelurahan, yang di situ laju incident rate-nya masih ada, masih tinggi,” terang Anies

Selain itu, Gubernur Anies juga menegaskan di masa transisi ini, Pemrov DKI Jakarta akan terus melakukan active case finding (ACF) dengan menyelenggarakan tes masif di tempat-tempat yang memiliki probabilitas tinggi terhadap penularan COVID-19.

“Kalau melihat kegiatan testing kita, jumlah orang testing kira-kira 7,6% atau 151.171 orang. Kemudian, jumlah tes PCR kita 14.258 per 1 juta penduduk, dengan jumlah spesimen yang di tes sebanyak 313.450 spesimen. Jadi, dari sini nampak bahwa kita sudah di atas yang diharuskan dari WHO,” paparnya.

Menurut Anies, WHO mengharuskan sebuah wilayah melakukan 1.000 tes per 1 juta penduduk. Jakarta dengan 11 juta penduduk, maka harus melakukan 11.000 tes per minggu. "Dan di DKI Jakarta paling tidak seminggu terakhir ini telah melakukan 14.000 testing per 1 juta penduduk", katanya.

Gubernur Anies juga tetap mengimbau warga Jakarta untuk menerapkan 3 aspek penting untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, antara lain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Tiga aspek ini perlu kita jaga dan tingkatkan,” pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad