Pandemi COVID-19, AJI Serukan Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Bertugas - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan.

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyerukan kepada jurnalis agar lebih mengutamakan keselamatan saat bertugas agar bisa terhindar dari virus Corona.

Seruan tersebut disampaikan Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan merespon kasus meninggalnya sejumlah jurnalis akibat COVID-19 seperti dua karyawan TVRI Jatim di Surabaya memberlakukan penutupan kantor setelah dua karyawannya meninggal akibat COVID-19.

Penutupan kantor berlaku mulai tanggal 13 sampai 15 hari ke depan dan TVRI Jatim hanya akan me-relay tayangan TVRI Pusat. RRI Surabaya juga menghentikan operasinya sementara karena lebih dari 50 pegawainya positif COVID-19.

Sebelumnya, Bali mencatat ada 1 jurnalis yang mennggal karena COVID-19. Wartawan itu awalnya mengeluh sesak napas dan tidak enak badan pada 1 Juli 2020 lalu.

Keluarga lantas membawanya ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Badung. Ia
meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit. Hasil swab test terhadapnya keluar keesokan harinya dan terkonfirmasi positif COVID-19.

Usai kematian ini, Gugus Tugas COVID-19 Bali langsung melakukan pelacakan. Wartawan yang bersangkutan diketahui mengikuti kegiatan konferensi pers sebelumnya.

Untuk kebutuhan tersebut, Gugus Tugas COVID-19 Bali pada 4 Juli melakukan rapid test kepada 20 lebih wartawan yang sempat kontak dengan pasien. Hasilnya dinyatakan non-reaktif.

Peristiwa di Surabaya dan di Bali ini menunjukkan rentannya jurnalis terinfeksi COVID-19 di tengah langkah pemerintah yang mulai membolehkan pegawai pemerintah dan pekerja swasta untuk kembali bekerja.

Melihat perkembangan tersebut, AJI menyerukan:jurnalis hendaknya lebih meningkatkan kehati-hatiannya demi keselamatan dan mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan AJI bisa diakses di sini https://aji.or.id/read/buku/63/protokol-keamanan-liputan-pemberitaan-covid-19.html.

Menurut Manan, dengan situasi saat ini, sangat penting jurnalis mempertinggi kewaspadaannya, baik di kantor maupun di tempat liputannya. Jika memungkinkan, jurnalis bisa menyampaikan kepada medianya untuk bekerja dari rumah.

Kalau pun harus ke lapangan, berusahalah untuk teguh pada protokol dengan selalu memakai masker, pelindung wajah, jaga jarak, dan sering cuci tangan atau memakai hand sanitizer.

Setibanya di rumah jangan lupa segera membersihkan diri untuk melindungi keluarga dan kerabat. Jika memang ada gejala yang mengarah ke COVID-19, segera sampaikan kepada keluarga, perusahaan dan jika diperlukan ke Satgas COVID-19 di daerah amsing-masing, agar ada upaya lebih lanjut demi mencegah penularan kepada yang lain.

AJI juga menyeruhkan kepada perusahaan media harus melindungi kesehatan para pekerjanya, termasuk menyediakan alat perlindungan diri yang memadai.

Sebagai alternatif pertama, media hendaknya membolehkan para pekerjanya terutama jurnalis  untuk bekerja dari rumah.

Kalau pun harus masuk kantor atau liputan ke lapangan, hendaknya memastikan protokol kesehatan diikuti, yaitu dengan jaga jarak, memakai masker, pelindung wajah, sering cuci tangan atau memakai hand sanitizer.

Perusahaan perlu secara reguler melakukan penyemprotan dengan disinfektan. Jika memang ada pekerjanya yang memiliki gejala yang mengarah ke COVID-19, segera sampaikan kepada pekerja yang lain agar mereka yang pernah kontak bisa melakukan pemeriksaan atau isolasi mandiri.

Jika diperlukan, media bisa melaporakan ke Satgas COVID-19 untk mencegah penularan kepada yang lain.

AJI juga mengingatkan Pemerintah hendaknya bersikap lebih preventif untuk mencegah penularan di kalangan pekerja media antara lain dengan meminimalisir kegiatan yang mengudang wartawan untuk hadir secara langsung.

“Seperti yang terjadi selama ini, informasi dari pemerintah tetap bisa disampaikan kepada publik melalui media tanpa harus mengundang wartawan hadir secara fisik,” kata Manan melalui keterangan persnya yang diterima Mediajakarta.com di Jakarta (14/7/2020).

Ia menambahkan, kalau pun tidak terhindarkan untuk mengundang wartawan secara offline, pemerintah harus memastikan protokol kesehatan dipatuhi memakai masker, pelindung wajah, jaga jarak, dan menyediakan cuci tangan atau hand sanitizer.

“Pilihan untuk mengundang wartawan dalam kegiatan hendaknya dipakai sebagai alternatif terakhir,”ujarnya (Wan)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad