PPDB 2020, Usia Tua Kini Diprioritaskan - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA,COM - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana memastikan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen agar setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, dilakukan penyesuaian proporsi siswa yang diterima di sekolah negeri di wilayah DKI Jakarta

Menurut Nahdiana terdapat peningkatan kuota Jalur Afirmasi untuk jenjang SMP dan SMA, dari 20% menjadi 25 % dan jenjang SMK dari 20% menjadi 35%. Selain itu, disediakan 40% kuota di Jalur Zonasi yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada di zonasi tersebut.

Untuk kuota Jalur Prestasi jenjang SMP dan SMA sebanyak 30%, sedangkan jenjang SMK 60 %. Sementara porsi 5% sisanya untuk Jalur Perpindahan Orang Tua atau Guru.

Kriteria pertama seleksi dalam Jalur Zonasi, menurut Nahdiana adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus sesuai zona yang telah ditetapkan, berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan No. 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Apabila jumlah pendaftar PPDB Jalur  Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. Dengan demikian. urutan seleksi di DKI adalah sebagai berikut: Zonasi, usia calon peserta didik baru, urutan pilihan sekolah, Waktu mendaftar.

"Hal ini dilatarberlakangi fakta bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di Jalur Zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu. Oleh karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi," terang Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, pada Senin pagi (15/6).

Lebih lanjut, Nahdiana menjelaskan, usia yang lebih tua akan didahulukan. Sistem sekolah pun dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk jenjang sekolah.

Menurut Nahdiana, Pemprov DKI Jakarta tidak mengabaikan prestasi siswa, yakni dengan menyediakan jalur prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.

"Prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta menjamin keseimbangan antara variabel prestasi dengan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk menikmati pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri. Dengan begitu, masyarakat dari keluarga miskin tidak langsung tersingkir di Jalur Zonasi," imbuhnya.

Saat ini ada 4 Jalur utama PPDB DKI Jakarta, yaitu: jalur Afirmasi untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, jalur Zonasi, jalur prestasi dan jalur Perpindahan Orangtua atau Anak Guru.

Di tengah pandemi COVID-19, seluruh proses PPDB dilaksanakan dari rumah secara daring dimulai dari pengajuan akun, pendaftaran/pemilihan sekolah, sampai ke proses lapor diri bagi peserta didik yang lolos seleksi, melalui laman https://ppdb.jakarta.go.id.

Selanjutnya, untuk mengetahui lebih jauh terkait cara penerimaan siswa baru berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan No. 501/2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 dan Buku Panduan PPDB secara Daring, masyarakat bisa mengaksesnya di disdik.jakarta.go.id dan ppdb.jakarta.go.id.

Atau bisa juga menghubungi hotline layanan pengaduan PPDB di 021 – 39504050 dan 021 – 39504053. Juga bisa menghubungi nomor telepon/SMS berikut ini: 082114555537, 082114555538, 082114557312, 082114557313. Atau melalui  Whatsapp  di nomor 081380063214 dan 081380063215. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad