Penataan Kawasan 4 Stasiun Rampung, Uji Coba Dilakukan Bertahap - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Penataan Kawasan 4 Stasiun Rampung, Uji Coba Dilakukan Bertahap

Penataan Kawasan 4 Stasiun Rampung, Uji Coba Dilakukan Bertahap

Share This
JAKARTA - MEDIAJAKARTA.COM - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo memastikan, penataan kawasan 4 stasiun, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman telah rampung.

Penataan dilakukan secara kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Saat ini, menurut Safrin, uji coba dilakukan secara bertahap. Dan tahap awal dilakukan untuk kawasan Stasiun Juanda, yang telah dimulai sejak 11 Maret lalu.

Kemudian, uji coba di 3 kawasan stasiun lain dilakukan pada Juni ini, yakni: Stasiun Tanah Abang pada 2 Juni sampai dengan peresmian. Lalu Stasiun Pasar Senen 3 Juni, disusul Stasiun Sudirman pada 5 Juni sampai dengan peresmian.

"Pelaksanaan uji coba secara resminya dilaksanakan pada pukul 08.00, namun secara teknis di lapangan operasional angkutan telah mulai di-re-route sejak pukul 06.00," ujar Syafrin.

Sebelumnya, menurut Syafrin, telah dilaksanakan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan umum di kawasan Stasiun Tanah Abang. Termasuk kepada para operator angkutan umum dan penumpang.

Syafrin juga menjelaskan, pelaksanaan uji coba dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memonitor konsep integrasi antar moda yang menjadi tujuan penataan kawasan stasiun.

"Seperti kita ketahui, tujuan utama penataan kawasan stasiun adalah mengintegrasikan seluruh moda yang ada di kawasan stasiun, sehingga pergerakan penumpang menerus baik, dari KRL ke angkutan lanjutan ataupun sebaliknya dari angkutan lanjutan ke KRL," terang Syafrin.

Selain itu, menurut Syarin, dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas agar lalu lintas di sekitar stasiun menjadi lancar. "Jadi, keunggulan dari penataan kawasan stasiun ini, khususnya di Stasiun Tanah Abang, adalah integrasi di mana seluruh kegiatan naik-turun penumpang dilaksanakan di dalam area stasiun (area transit), sehingga tidak menimbulkan permasalahan lalu lintas di sekitarnya," katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba, kegiatan pengawasan dan penertiban dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja sebanyak ±15 personel dan petugas Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sebanyak ±35 personel.

Penataan kawasan stasiun ini merupakan langkah awal perwujudan penyelenggaraan transportasi terintegrasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

"Penataan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam bertransportasi", pungkas Syafrin.

Penataan yang dilakukan, meliputi; penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) Ojol, area parkir sementara ojek pangkalan, tempat pemberhentian sementara (lay-by) Bajaj, termasuk plaza pedestrian bagi pejalan kaki. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad