Pemprov DKI Salurkan Bansos Bagi Umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga dari kalangan umat Katolik DKI Jakarta melalui Vox Point Indonesia dan Komisi Pelayanan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Jakarta (PSE-KAJ). Sebanyak 899 Umat Katolik mendapatkan bansos berupa beras seberat 25 kg/orang.

Penyerahan bansos secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada perwakilan umat Katolik di lingkungan Keuskupan Agung Jakarta, di Balai Kota Jakarta, pada Senin (8/6).

Penyaluran beras bagi Umat Katolik akan dilakukan di 2 lokasi, yakni di Paroki Cilincing di Gereja Salib Suci Jl. Tugu Raya No. 12 Tugu Utara, sebanyak 441 kantong beras dan Paroki Tanjung Priok di Gereja Katolik Jl. Melati No.1 RT 001/012, sebanyak 458 kantong beras.

Penyaluran bansos ini sebagai bentuk kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap kehidupan umat beragama yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam penanganan COVID-19 di DKI Jakarta. Hal ini, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu di tengah pandemi COVID-19.

"Saya rasa seluruh dunia merasakan itu dan mudah-mudahan kerja sama ini bisa kita jaga terus dengan spirit yang sama bahwa sesama anak bangsa ikut untuk memastikan adanya keadilan, dan itu pada akhirnya membuat Pancasila itu nyata," ungkap Gubernur Anies.

Gubernur Anies menyebut bangsa Indonesia sudah berulang kali diuji dengan pengalaman perang maupun krisis ekonomi dan mampu bangkit melewati masa-masa tersebut. Namun, pandemi COVID-19 menyadarkan tentang adanya ketimpangan yang terjadi di DKI Jakarta.

"Ketika perekonomian terhenti, di Jakarta ada 3,6 juta keluarga dan yang membutuhkan bantuan kebutuhan pokok jumlahnya 2,4 juta KK. Ini sebuah peringatan bagi kami bahwa dalam kondisi tidak ada income dua bulan saja, 2,4 juta KK tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan artinya mereka tidak punya tabungan," ungkap Gubernur Anies.

Gubernur Anies menjelaskan, sebelumya jumlah KK prasejahtera yang terdata penerima bantuan sosial sekitar 1,2 juta KK. Data tersebut kemudian dilakukan pembaruan seiring dengan krisis ekonomi yang menimpa kelompok rentan di DKI Jakarta

"Ini peristiwa adalah wake up call bagi kami untuk secara serius Republik ini mengurusi ketimpangan. Bagaimana itu tidak ada kegiatan, 2/3 dari kegiatan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya," tegas Gubernur Anies.

Gubernur Anies kemudian berterima kasih atas kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Vox Point Indonesia dan Komisi Pelayanan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Jakarta (PSE-KAJ) sehingga penyaluran bansos bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami ingin sampaikan juga terima kasih Vox Point Indonesia dan PSE-KAJ yang memilih untuk turun tangan langsung. Dan turun tangan itu artinya merasa memiliki atas masalah. Karena masalahnya itu dirasanya dimiliki, maka kita turun tangan" pungkas Gubernur Anies. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad