PDEI Rekomendasikan 8 Protokol Kesehatan Jelang New Normal - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr M. Adib Khumaidi, SpOT menilai 'New Normal' atau Adaptasi Tatanan Baru, dimana masyarakat diharapkan bisa menjalankan aktifitas normal sehari-hari seraya menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, perlu memperhatikan sejumlah protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Protokol perlu dipatuhi oleh masyarakat untuk meningkatkan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia dengan lebih baik," ujar Adib Khumaidi dalam siaran persnya pada 4 Juni 2020.

Untuk itu, PDEI merekomendasikan 8 hal untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid19, dan terutama menekan angka kematian baik dari pihak tenaga kesehatan maupun masyarakat sipil.

Berikut rekomendasinya:
1. Meningkatkan upaya penanganan yang terintegrasi dan sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (propinsi atau kabupaten/kota) serta antara pemerintah daerah propinsi dan kabupaten /kota. Upaya terintegrasi akan membuat strategi penangananan kewilayahan lebih baik dan efektif.

2. Pemerintah pusat dan daerah harus melakukan penilaian kemampuan pelayanan kesehatan (mapping) terkait dengan fasilitas kesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas/ FKTP), sarana prasarana (ICU, ruang isolasi, ventilator) serta jumlah SDM dengan kualifikasinya sesuai dengan Standar / Pedoman penanganan Covid 19.

3. Melakukan assessment kemampuan fasilitas kesehatan dan memisahkan secara tegas  fasilitas kesehatan khusus Covid dan Non Covid. Clustering  (pembagian dan pengkhususan) rumah sakit/fasilitas pelayanan kesehatan yg akan secara efektif dapat melakukan perawatan pasien secara optimal, efisiensi ketersediaan ruang perawatan khusus, efisiensi sumber daya dan logistik dan meminimalkan potensi terjadinya penularan (meminimalkan crossing) seraya melakukan keberlangsungan ketersediaan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

4. Memperbaiki strategi penanganan Covid 19 dengan melakukan kontijensi plan berbasis data epidemiologis dan medis serta membuat indikator dan parameter yang terukur secara obyektif untuk menjadi basis acuan sistem-sistem yang akan dijalankan dengan melibatkan organisasi profesi kedokteran (IDI) dan kesehatan serta ahli di bidang epidemiologi unuk melakukan penilaian secara komprehensif.

5. Evaluasi penanganan secara nasional dan per wilayah harus dibedakan sehingga  fokus intervensi berdasar evaluasi berbasis data yang kuat serta memperhitungkan kearifan lokal dan karakter masyarakat di wilayah tersebut .

6. Meminta kepada pemerintah untuk tidak langsung melangkah ke Adaptasi Tatanan Baru sebelum dilakukan kajian yang komprehensif dengan memperhatikan referensi epidemiologis dan medis serta membuat road map dan fase transisi dengan indikator yang terukur.

7. Meningkatkan  upaya komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat  terkait dengan protokol kesehatan di era pandemik Covid-19 serta upaya promotif preventif secara sistematis dan massif dengan cara:
- Mengajak semua tokoh masyarakat, aparat pemerintahan di semua tingkatan serta melibatkan peran serta  masyarakat secara aktif utk bersama-sama mengantisipasi penyebaran dan penularan virus corona dengan mengubah perilaku hidup masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, cuci tangan denga sabun, konsisten untuk melakukan jaga jarak fisik dan sosial, menerapkan etika batuk/bersin dan selalu menggunakan masker jika harus keluar dari rumah.
- Menegakkan aturan-aturan dan protokol yang tegas, konsisten, sistematis dan terukur pada area potensial outbreak seperti pasar, pabrik, dsb

8. Mempertegas aturan kewajiban pemakaian masker, pengaturan jarak fisik dan sosial, mencegah terjadinya potensi kumpulan massa/keramaian dll melalui informasi, edukasi dan memberikan sangsi yang tegas apabila ditemukan pelanggaran didalam segala aktifitas masyarakat.

Ketika Indonesia akan memasuki adaptasi tatanan baru atau New Normal, masyarakat diharapkan dapat mematuhi protokol-protokol kesehatan agar penerapan tatanan baru ini dapat berjalan dengan lancar serta mempercepat penanganan pandemi Covid-19. (Red)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad