Cek Fakta : Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi? - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Cek Fakta : Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi?

Cek Fakta : Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi?

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu, beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity di masa pandemi, melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyebut istilah herd immunity merujuk dari bahasa asing. Istilah itu bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan. Herd immunity membutuhkan minimal 70% dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

"Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas. Itulah herd immunity," ujar Prof. Wiku.

Prof. Wiku mengatakan bahwa herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi besar. Populasi yang  menghuni pulau-pulau yang terpisah laut maupun daratan, sehingga transmisi virus pun terhambat.

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika gimana caranya ya, antar pulau saling bisa menulari kalau mobilitas antar pulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Prof. Wiku di Media Center Gugus Tugas, Jakarta pada Selasa (2/6).

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal itu memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha memutus penyebaran COVID-19 dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” tambah Prof. Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana Prof. Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.  (jack)





Tentang Cek Fakta MediaJakarta.com
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim Cek Fakta Media Jakarta di email redaksirmediajakarta@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad