66 RW Di Jakarta Masuk Pengendalian Ketat Selama PSBB Transisi - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM  -  Pemprov DKI Jakarta menetapkan 66 RW dari total 2.738 RW atau sekitar 2,48% di seluruh wilayah DKI Jakarta sebagai Wilayah Pengendalian Ketat (WPK) selama PSBB Transisi pada bulan Juni 2020. Penetapan 66 RW tersebut didasarkan pada peningkatan laju angka kejadian/incidence rate yang masih perlu perhatian khusus bagi setiap elemen masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, jumlah penduduk Jakarta 11.058.944 orang. Mereka tersebar di 44 Kecamatan, 267 Kelurahan, dan 2.741 RW.

"Ternyata kita menemukan bahwa di Jakarta ada 66 RW dengan laju Incidence Rate yang masih harus mendapatkan perhatian khusus. Tapi saya perlu berikan proporsinya," ungkap Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta

Gubernur Anies menegaskan 66 RW yang ditetapkan sebagai WPK akan memiliki sejumlah aturan khusus terkait pembatasan kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik daerahnya masing-masing. Anies juga memastikan melakukan kegiatan pemantauan, pengetesan, dan pemberian bantuan khusus bagi masyarakat di 66 RW WPK.

Selain itu, Anies menyebut, "di bulan Maret, Jakarta Selatan ini merah. Di sinilah kita menemukan kasus paling banyak di bulan Maret. Daerah Selatan itu kalau kawasan yang dulu merah semuanya, hari ini hijau dan kuning."

Artinya, menurut Anies, pemerintah mampu melakukan banyak hal. "Dan kita masih punya sisa di 66 RW. PR-nya belum selesai. Kita harus menangani secara khusus. Jadi kalau kita lihat kerja jutaan warga Jakarta. Ini berhasil mengubah tempat-tempat yang semula warnanya merah menjadi kuning dan hijau." ujar Gubernur Anies lebih lanjut.

Gubernur Anies kemudian menjabarkan 66 RW WPK, dengan rincian sebagai berikut:
1. 15 RW di wilayah Jakarta Barat
Grogol 1 RW
Tomang 1 RW
Tangki 2 RW
Krukut 1 RW
Jembatan Besi 4 RW
Palmerah 1 RW
Kota Bambu Utara 1 RW
Jati Pulo 1 RW
Cengkareng Timur 1 RW
Srengseng 1 RW
Joglo 1 RW

2. 15 RW di wilayah Jakarta Pusat
Mangga Dua Selatan 1 RW
Cempaka Baru 1 RW
Kramat 1 RW
Cempaka Putih Barat 1 RW
Cempaka Putih Timur 2 RW
Gondangdia 1 RW
Kebon Kacang 2 RW
Kebon Melati 3 RW
Petamburan 2 RW
Kampung Rawa 1

3. 3 RW di wilayah Jakarta Selatan
Lebak Bulus 1 RW
Pondok Labu 1 RW
Kalibata 1 RW

4. 15 RW di wilayah Jakarta Utara
Penjaringan 2 RW
Sunter Agung 1 RW
Lagoa 1 RW
Cilincing 1 RW
Semper Barat 1 RW
Sukapura 1 RW
Pademangan Barat 6
Kelapa Gading Barat 1 RW

5. 15 RW di wilayah Jakarta Timur
Utan Kayu Selatan 1 RW
Palmeriam 1 RW
Bidara Cina 1 RW
Cipinang Besar Selatan 1 RW
Cipinang Muara 2 RW
Kampung Tengah 3 RW
Pondok Bambu 1 RW
Malaka Sari 2 RW
Malaka Jaya

6. 3 RW di wilayah Kepulauan Seribu
Pulau Kelapa 1 RW
Pulau Tidung 2 RW

Selanjutnya, Anies berharap tempat-tempat itu menjadi perhatian. Namun, pengendalian ketat tidak hanya di 66 RW, karena seluruh wilayah Jakarta wajib mengikuti protokol pola hidup yang sehat.

Khusus terhadap warga di 66 RW tersebut, gubernur Anies meminta kerja sama semua pihak. "Karena mereka saat ini masih dalam status warna merah, masih ada kasus. Mudah-mudahan bertahap berubah," pungkas Gubernur Anies. (Red)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad