Laporcovid-19 Ingatkan Pemerintah Agar Perbanyak Tes Massal - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Laporcovid-19 Ingatkan Pemerintah Agar Perbanyak Tes Massal

Laporcovid-19 Ingatkan Pemerintah Agar Perbanyak Tes Massal

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Laporcovid-19 yang merupakan platform berbagai data dan informasi warga mencatat adanya gap jumlah kematian dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Jumlahnya mencapai 3,5 kali dibandingkan dengan pasien positif yang meninggal.

"Permasalahan ini tidak bisa dilepaskan dari keterlambatan pemeriksaan atau tes Covid-19. Sekalipun pemerintah menyatakan akan meningkatkan pemeriksaan masif, namun hal ini jadi tantangan utama", ujar Irma Hidayana, perwakilan dari Koalisi Warga untuk LaporCovid19.

Menurut Irma, hingga saat ini, jumlah pemeriksaan berkisar di angka 5.000 orang per hari. "Baru separuh dari target yang ditetapkan sejak April lalu", ungkapnya.

Masih banyaknya persoalan terkait tes Covid-19, terekam dalam tren keluhan warga yang dikumpulkan Laporcovid-19.org melalui chatbot tentang layanan kesehatan. Laporan yang sering muncul, menurut Irma adalah lamanya waktu tes molekuler Covid-19.

"Bahkan, ada salah seorang pelapor yang mengeluhkan hasil tes tidak jelas keberadaannya, sehingga harus tes ulang", paparnya.

Selain keluhan tentang tes, LaporCovid-19.org juga menghimpun berbagai laporan
warga, di antaranya tentang keramaian, keluhan layanan kesehatan, hingga bantuan sosial.

"Laporan yang dikumpulkan chatbot laporan warga menunjukkan bahwa laporan keramaian mendominasi", kata Irma.

Berdasarkan laporan itu, LaporCovid-19 mencatat bahwa keramaian masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Mulai dari kegiatan berkumpul di ruang publik, aktivitas ekonomi, hingga kegiatan ibadah yang telah mengabaikan penerapan pembatasan fisik.

Selain itu, sepengetahuan Irma, berdasarkan laporan yang masuk ke LaporCovid-19, ditemukan banyak warga belum menerima bantuan sosial. Dari salah satu area perumahan Wamena di Papua misalnya, warga mengeluhkan belum mendapatkan bantuan apa pun dan bahkan listrik tidak menyala.

Karena itu, Irma Hidayana meminta pemerintah segera meningkatkan kapasitas tes dan mempercepat hasilnya. "Tes merupakan kunci mengatasi pandemi ini, karena menentukan langkah-langkah berikutnya, misalnya memberi kepastian penanganan pasien", ujarnya.

Irma juga menuntut pemerintah untuk konsisten menegakkan aturan PSBB, serta mengambil langkah tepat agar warga tetap mematuhi aturan PSBB.

Selain itu, pemerintah dinilai Irma perlu memperbaiki layanan kesehatan terhadap pasien dan ODP serta PDP. "Pemerintah harus memastikan bahwa kapasitas sistem kesehatan di semua daerah memadai untuk perawatan pasien Covid-19", pintanya.

Juga Irma mendorong masyarakat agar lebih aktif melaporkan kondisi diri, maupun lingkungan sekitarnya, sebagai kontribusi untuk mengatasi persoalan ini.

Serta terakhir, pemerintah harus memastikan pemutakhiran data bantuan sosial serta memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang cepat.

"Sehingga tidak menunda distribusi bansos serta bantuan lainnya, dan memberikannya secara tepat sasaran", pungkas Irma Hidayana.

Hingga 20 Mei 2020, Laporan Gugus Tugas Covid-19  mencatat 18.189 orang telah terinfeksi dan menewaskan 1.242 orang. Bahkan, penambahan kasus harian di Indonesia mencapai tingkat tertinggi pada Rabu (20/5) dengan 693 kasus baru. (jack)


Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad