Lapor Covid-19: Idul Fitri Berdamai dengan Sesama, Bukan Corona - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1414 H ini merupakan momen kemenangan sekaligus ujian berat bagi umat muslim di Indonesia. Setelah sebulan berpuasa, masyarakat kini dipaksa ikhlas untuk tidak melakukan tradisi kumpul bersama demi menghambat penyebaran virus corona.

Di momen istimewa ini, Laporcovid-19 mengajak masyarakat untuk tetap menyemangati pasien yang harus berjuang di rumah sakit, termasuk berempati kepada mereka yang telah kehilangan nyawa akibat Covid-19.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, Laporcovid-19 mengajak sejumlah tokoh menyampaikan ucapan "Idul Fitri Berdamai dengan Sesama, Bukan Corona". Dan hingga Minggu 24 Mei 2020, sebanyak 50 video ucapan lebaran berhasil dikumpulkan.

Ucapan itu diantaranya berasal dari: Melanie Soebono, Ibu Sumarsih Maria, Fiersa Bestari, Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Haris Azhar (Aktivis HAM), Yura Yunita (penyanyi), Vira Talisa, Kunto Aji (Penyanyi), Nastasha Abigail (podcatster), Bilal Indrajaya, Chiki dan Bella Fauzi, Nona Ria, dr Halik Malik, dr. Tri Maharani (dokter emergensi), Radhini, Ankatama, Reza Chandika, Anji, Angie Ang, Fajar Merah, Aci Resti (komedian), Hanum Azizah (penyiar TV), Sahil Mulachela (penyiar radio), Caesar Gunawan dan masih banyak lagi.

Melanie Soebono misalnya, berpesan agar masyarakat tidak egois dengan tetap merayakan momen lebaran dari rumah, karena upaya ini bisa memutus ratai penyebaran virus corona.

Sementara Anji dalam videonya berpesan, “Kita bisa berdamai dengan siapapun, bahkan dengan orang yang pernah berseteru dengan kita, tapi tidak dengan Covid-19”.

Untuk selengkapnya, video ucapan tersebut bisa disaksikan di tautan berikut: https://www.instagram.com/tv/CAjp0p8gjyO/?igshid=13i0ekandg07

Laporcovid-19 sebagai platform berbagai data dan informasi warga, menemukan jumlah kematian orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 3,5 kali lebih banyak dibandingkan pasien positif yang meninggal, yang diumumkan pemerintah.

Banyaknya PDP dan ODP yang meninggal dan tidak dilaporkan resmi, menurut tim Laporcovid-19 tidak bisa dilepaskan dari kurangnya dan terlambatnya pemeriksaan pasien Covid-19 di Indonesia. Sekalipun saat ini telah ada peningkatan, namun tes massal harus terus dilakukan.

"Selain itu, penelusuran kontak juga diperlukan. Mereka yang terinfeksi, baik yang bergejala maupun tidak, harus segera ditemukan, diisolasi dan yang sakit segera dirawat", demikiain bunyi siaran pers Laporcovid-19 yang diterima Media Jakarta.

Tim dari Laporcovid-19 juga meminta warga agar tidak menyerah dengan Covid-19. Karena itu, semua pihak harus berjuang bersama-sama melawan pandemi ini. Termasuk, dengan tidak membiarkan tenaga kesehatan berjuang sendirian.

Dalam siaran persnya, Laporcovid-19 menilai setiap orang mampu berperan melawan wabah ini dengan cara menjaga diri. Selama vaksin covid-19 belum ditemukan, Laporcovid-19 menyerukan untuk tetap belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah, demi menghentikan penularan. Sementara bagi mereka yang terpaksa keluar, wajib menerapkan jarak fisik dan memakai masker.

Tim Laporcovid-19 juga bersimpati, ketika lebaran tahun ini dihabiskan hanya di rumah saja, tanpa kerkumpul dengan keluarga besar serta sahabat terdekat. Ini merupakan ujian berat, karenanya LaporCovid-19 mengajak semua pihak untuk terus berjuang melawan Covid-19.

“Kita harus saling bermaafan dan berdamai dengan sesama, bukan virus korona.” ujar Gusti Arirang, personel band Tashoora, salah satu dari ratusan relawan Laporcovid.org yang merangkai pesan tersebut menjadi video. 

Selama hampir tiga bulan, pasca diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia, jumlah kasus dan sebaran orang yang terinfeksi semakin banyak. Laporan Gugus Tugas Covid-19 hingga 23 Mei 2020, menyebutkan Covid-19 telah menginfeksi 21.745 orang dan menewaskan 1.351 orang. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad