Kangen Ke Kebun Binatang Ragunan? Ikut Wisata Virtual Aja! - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Taman Margasatwa Ragunan menghadirkan terobosan terbaru melalui kegiatan wisata virtual. Wisata virtual telah dilaksanakan dalam dua minggu berturut-turut, menghadirkan satwa yang berbeda.

Wisata virtual edisi perdana, misalnya, digelar pada Minggu (10/5) lalu, menampilkan mamalia bertubuh besar dengan belalai panjang, Gajah Sumatera. Lalu pada pekan berikutnya, Minggu (17/5), wisatawan virtual bisa berinteraksi dengan Harimau Sumatera bernama Hana dan Tino, untuk satwa jenis karnivora.

"Tur virtual di kebun binatang telah dilakukan sebanyak tiga kali. Yang pertama bertema gajah (2 minggu lalu), yang kedua harimau (seminggu lalu)", ujar Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan, I Ketut Widarsana.

Sementara untuk minggu ketiga yang bertepatan dengan Idul fitri, tur virtual Taman Margasatwa Ragunan dipindah jadwal menjadi hari Kamis (21/5). Kegiatan wisata virtual yang seharusnya digelar pada hari Minggu ditiadakan.

"Yang ketiga, kita tampilkan Siamang mewakili jenis primata, yang kita alihkan waktunya menjadi hari Kamis", kata Ketut Widarsana ke Media Jakarta.

Live di Instagram

Untuk mengikuti wisata virtual ini, pengunjung bisa mengikutinya secara langsung (live) di Instagram @ragunanzoo pada pukul 10.00 WIB. Pertunjukan berlangsung selama 30 - 40 menit.

Sejauh ini, tanggapan masyarakat terhadap kehadiran wisata virtual ini cukup positif. Terbukti dari kehadiran pengunjung yang jumlahnya lebih dari 1000 orang.

"Pas pertama kali tayang, jumlah pengunjungnya langsung 1700 orang. Lalu yang kedua, jumlahnya tetap di atas 1000 orang. Responnya sangat bagus", ujar Ketut Wardarsana bersemangat.

Agar pengunjung tidak terputus informasinya tentang satwa yang akan dihadirkan pada minggu berikutnya, pihak Taman Margasatwa Ragunan selalu mengumumkannya di akun media sosial milik mereka.

"Informasi itu telah diposting juga misalnya untuk minggu depannya, dengan satwa yang berbeda. Kita sebar di twitternya Ragunan, Instagram juga Facebook", papar Ketut.

Menurut Ketut, wisata virtual ini juga untuk menghibur masyarakat yang merasa jenuh akibat di rumah saja, sehubungan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketut berharap masyarakat mendapat tontonan yang menghibur dan mengedukasi.

"Karena masyarakat tidak bisa berkunjung ke Ragunan, sementara mereka kangen. Nah dari situ muncul ide untuk tetap memberikan pelayanan, meskipun Ragunan tidak dibuka", ujar Ketut Widarsana.

Untuk mematangkan ide tersebut, Ketut membentuk tim khusus. Termasuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan, seperti kamera dan peralatan pendukung lainnya. Kemudian Instagram dipilih untuk Live, karena dianggap paling digemari masyarakat dan juga diminati anak-anak.

"Pengambilan gambarnya kami lakukan secara sederhana dengan kamera iPhone. Selain iPhone,  kamera hp lain cepat panas dan tidak kuat. Gambarnya juga kurang jelas", ungkap Ketut.

Pihak Taman Margasatwa Ragunan sebenarnya memiiki kamera yang memadai. Hanya saja, menurut Ketut, keterbatasan jangkauan jaringan internet, membuat alat tersebut tidak bisa digunakan secara optimal.

"Mau tidak mau, kita akali menggunakan handphone. Karena saat kita ingin live, jaringan harus kuat. Sementara di setiap kandang, tidak mungkin ada fiber optik. Mau tidak mau, kita menggunakan handphone saja", tegas Ketut.

Menyimak Aktivitas Satwa

Wisata virtual yang digelar Taman Margasatwa Ragunan cukup sederhana. Di dalam tayangan, pengunjung bisa melihat kegiatan sehari-hari para keeper (penjaga satwa) dalam merawat ribuan satwa. Pengunjung juga bisa berinteraksi dengan menuliskannya di kolom komentar.

"Kita live (siarang langsung) paling 30 menitan. Disitu dijelaskan tentang satwanya, baik nama, usia, tentang makanan, ancaman kepunahan, perkembangbiakan. Dari situ kita selipkan nilai edukasinya", ungkap Ketut.

Ketut mengingatkan, bahwa tidak semua masyarakat mengetahui secara detil pola dan tingkah laku satwa, termasuk apakah sebuah satwa masuk kategori dilindungi atau tidak.

"Karena itu, kita jelaskan mengapa ada satwa yang disebut langka. Jika statusnya terancam punah, perlu mendapat perhatian masyarakat. Nah, masyarakat sebenarnya tidak semuanya tahu soal itu", kata Ketut Widarsana.

Saat ini, Taman Margasatwa Ragunan memiliki koleksi satwa kurang lebih 2.800 ekor. Mulai dari satwa berukuran kecil, sedang, hingga besar, seperti gajah, harimau, dan jerapah.

Kondisi kesehatan dan kebutuhan pangannya juga masih tercukupi. Menurut Ketut, dana pakan satwa berasal dari APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Selama ini, pendanaan kebun binatang Ragunan didukung oleh anggaran DKI. Kita dibawa Pemprov DKI", papar Ketut.

Ragunan telah ditutup sejak 14 Maret 2020 sesuai dengan aturan dari Pemerintah DKI Jakarta. Selama ditutup, koleksi satwa Ragunan tetap mendapatkan perawatan dari para penjaga.

Taman Margasatwa Ragunan baru akan dibuka kembali, jika PSBB telah dibatalkan. "Tur virtual akan berlangsung selama PSBB. Jika nanti PSPB selesai, tur virtual juga akan berhenti", pungkas Ketut. (Jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad