Jakarta Akan Berlakukan PSBB Tahap III - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Jakarta Akan Berlakukan PSBB Tahap III

Jakarta Akan Berlakukan PSBB Tahap III

Share This
Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual DKI Jakarta Hendra Hidayat

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- sosial berskala besar (PSBB) tahap II di Jakarta akan segera berakhir pada 22 Mei 2020. Namun, karena jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah, Pemprov DKI berencana memperpanjang PSBB untuk memutus penyebaran virus corona.

Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Hendra Hidayat, menyebut PSBB akan diperpanjang hingga jelang Idul Fitri. Perpanjangan itu akan diumumkan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Iya betul. Kita lagi liat perkembangan berikutnya. Mungkin segera dikeluarkan perpanjangannya," ujar Hendra Hidayat saat dihubungi, Senin (18/5).

Untuk itu, Hendra mengimbau agar warga Jakarta melakukan salat Id di rumah saja dan tidak berkerumun di masjid. Hal itu sesuai dengan protokol PSBB yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami Pemprov DKI Jakarta, MUI DKI Jakarta, DMI DKI Jakarta, dan seluruh stakeholder terkait lainnya sudah berkoordinasi dan mengimbau masyarakat Jakarta untuk salat Id di rumah saja bersama keluarga masing-masing," ujar Hendra.

Hendra meminta warga DKI untuk mematuhi aturan tesebut. Hal ini diperlukan, agar kurva kasus Covid-19 bisa melandai dan penyebaran penyakit itu bisa dikendalikan.

"Ini berkaitan dengan masih berlakunya aturan PSBB di Jakarta. Kami berharap masyarakat bisa memahami dan mematuhi aturan yang berlaku saat ini demi kebaikan, kesehatan dan keselamatan bersama," papar Hendra.

Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta telah 2 kali memberlakukan PSBB. Periode pertama pada 10-24 April lalu. PSBB kemudian diperpanjang sejak 24 April hingga 22 Mei 2020.

Karena kebutuhan, PSBB kembali akan diperpanjang untuk periode ketiga. Hanya saja, belum diketahui jangka waktu PSBB periode III akan diperpanjang hingga kapan. Semua ini dilakukan, agar penyebaran virus SarsCov-2 bisa dikendalikan, dan hanya mungkin terwujud jika masyarakat tertib mengikuti anjuran pemerintah.

Sebelumnya, MUI telah menerbitkan fatwa tentang panduan salat Id saat pandemi virus Corona. Berdasarkan fatwa tersebut, salat Id bisa dilakukan berjemaah ataupun sendiri-sendiri (munfarid). Hal itu diperlukan agar masyarakat terhindar dari penularan Covid-19 dan berkontribusi positif dalam memutus mata rantai penyebarannya. (Jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad