HIPPI DKI Jakarta Donasikan 2.500 Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

HIPPI donasi 2.500 paket sembako untuk masyarakat di wilayah terdampak COVID-19.

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mendukung peluang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani dampak sosial-ekonomi akibat COVID-19, melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Melalui "Program Bantuan Sosial", HIPPI memberikan donasi berupa 2.500 paket sembako kepada masyarakat di wilayah terdampak COVID-19. Donasi tersebut disampaikan oleh Ketua DPD DKI HIPPI, Sarman Simanjorang kepada Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Ruang Tamu Wagub, Balai Kota Jakarta, Senin (18/5).

Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menjelaskan, kondisi ekonomi yang dialami oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini, sangat stagnan hingga menurun, sebagai dampak dari adanya COVID-19.

"Para pegiat UMKM terus memikirkan alternatif kegiatan usaha untuk menjamin keberlangsungan ekonominya", ujar Sarman Simanjorang.

Meskipun demikian, di tengah keterbatasan, para UMKM yang tergabung dalam HIPPI terus bergerak membantu sesama melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

“Jadi, kami harap jumlah yang tidak seberapa ini dapat diterima dengan baik. Donasi ini juga berasal dari mitra-mita kami. Mudah-mudahan dengan kolaborasi sosial ini, beban Pemprov DKI Jakarta bisa berkurang dan bisa diikuti pengusaha lain untuk melakukan inisiatif serupa,” pungkas Sarman.

Atas nama Pemprov DKI Jakarta, Wagub Ahmad Riza Patria, akrab disapa Ariza menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut, khususnya bagi warga yang bekerja secara informal dan mendapatkan penghasilan harian.

“Sebagaimana kita ketahui, saat PSBB diberlakukan, tentu ada banyak hal yang terjadi, di antaranya dunia usaha dengan terpaksa ditutup, akibatnya ekonomi langsung berdampak. Yang paling terasa, adalah khususnya para pekerja informal, biasanya yang kerja hari ini dapat penghasilan hari ini juga, untuk makan hari ini", ujar Wagub Ariza.

Ketika sekarang mereka tidak bisa bekerja, menurut Ariza, bantuan dari semua pihak sangat diperlukan. "Agar para kelompok usaha kecil menengah yang terdampak ini bisa terbantu dengan cepat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wagub Ariza turut menjelaskan, sejak 16 Maret 2020, Gubernur Anies telah mengambil kebijakan untuk menerapkan jaga jarak (physical distancing) agar belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah.

Konsekuensinya adalah ditutupnya semua kegiatan dunia usaha. Terlebih saat status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan pada 10 April 2020, semua level dunia usaha, dari mulai mall hingga pertokoan ditutup.

"Hanya 11 sektor yang tetap diizinkan beroperasi selama masa PSBB", ujar Ariza.

Sejauh ini, Pemrov DKI telah menerapkan pelaksanaan PSBB tahap I yang diikuti dengan PSBB tahap II pada 21 April 2020. Menurut Ariza, sejak itu ada penurunan angka kasus positif baru, namun bukan berarti terjadi pelonggaran PSBB. Oleh karena itu, Gubernur Anies menyebut reproduksi rate virus ini masih di angka 1.

"Sehingga, Jakarta harus mengambil langkah-langkah yang luar biasa dengan mengeluarkan Pergub No. 41 Tahun 2020 yang mengatur sanksi dan denda bagi perkantoran hingga transportasi yang melanggar physical distancing,” pungkas Ariza. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad