Doni Monardo Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Demi Memutus Rantai Penyebaran COVID-19. - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Doni Monardo Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Demi Memutus Rantai Penyebaran COVID-19.

Doni Monardo Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Demi Memutus Rantai Penyebaran COVID-19.

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengimbau seluruh masyarakat untuk memahami dan mematuhi peraturan pemerintah, yang semata-mata dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan di tempat keberangkatan, sebelum melaksanakan perjalanan", ujar Doni.

Apabila tidak bisa menunjukkan surat keterangan yang dimaksud, menurut Doni, aparat gabungan (Dinas Perhubungan, kepolisian, Satpol PP, serta TNI) akan meminta untuk kembali ke tempat semula.

Dalam keterangannya, Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa sampai hari ini belum ditemukan vaksin virus SARS-CoV-2. Itu sebabnya, pandemi COVID-19 belum bisa dipastikan kapan akan berarkhir.

Oleh sebab itu, Doni meminta masyarakat untuk beradaptasi dengan terus mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Besar harapan, kita bisa mematuhi aturan yang ada, untuk selalu taat kepada protokol kesehatan. COVID ini belum akan berakhir, dan kita pun belum mendapatkan kepastian kapan kiranya vaksin ditemukan,” tuturnya.

Sejauh ini, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan angka kasus COVID-19 tertinggi dengan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 6.628  kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 2.044 orang masih dalam perawatan, 1.648 dinyatakan sembuh, 506 meninggal dunia dan sebanyak 2.430 orang melakukan isolasi mandiri.

Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 27.281 orang, di mana 297 orang masih dalam proses pemantauan dan 26.984 orang telah selesai dipantau.

"Selanjutnya untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 9.987 dengan rincian 722 orang masih dirawat dan 8.265 dinyatakan sehat dan telah diperbolehkan pulang", pungkas Doni. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad