Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Relaksasi Pencairan KJP Plus Saat PSBB - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Relaksasi Pencairan KJP Plus Saat PSBB

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Relaksasi Pencairan KJP Plus Saat PSBB

Share This
(Suasana di dalam kelas, saat anak-anak mengerjakan tugas secara berkelompok. Foto diambil sebelum Covid-19 mewabah. credit: Jacko Agun/Mediajakarta.com)
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengambil inisiatif menggabung dana rutin dan dana berkala tiap bulannya, serta menghapus sementara kewajiban pencairan non tunai, yang merupakan skema pencairan KJP Plus. Harapannya, dengan kebijakan itu, keseluruhan dana yang masuk, dapat digunakan secara tunai maupun non tunai di masa pandemi COVID-19 ini.

Di bulan Juni, yang biasanya 'dana berkala' dicairkan (setelah 6 bulan) untuk dibelanjakan non tunai keperluan sekolah, saat ini ditiadakan dan dicairkan per bulan.

Sehingga, jumlah nominal yang akan cair per bulan sebesar Rp 250.000 untuk jenjang SD, Rp 300.000 jenjang SMP, Rp 420.000 jenjang SMA, Rp 450.000 jenjang SMK, dan Rp 300.000 jenjang PKBM.

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menghapus sementara belanja pangan murah bagi para penerima KJP Plus di masa pandemi ini. Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyediakan paket bantuan sosial gratis selama masa PSBB.

"Sehingga, dana KJP Plus yang awalnya untuk pembelian pangan murah, dapat digunakan untuk keperluan lain yang sifatnya mendesak", ujar Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Meski demikian, Nahdiana menekankan bahwa kebijakan ini berlaku di waktu khusus. "Skema ini sudah bisa dicairkan mulai bulan Mei 2020, dan berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ujarnya pada Jumat (15/5).

Nahdiana juga menjelaskan, dana tambahan juga tetap diberikan kepada siswa yang baru lulus SMA/SMK. "Penerima KJP Plus yang sudah di kelas XII atau bersiap memasuki jenjang kuliah, akan tetap mendapat dana bridging Rp 500.000 per orang," ujarnya.

Selanjutnya, untuk menghindari kerumunan di Kantor Layanan Bank DKI maupun ATM, maka pencairan dana KJP Plus Tahap I Tahun 2020 dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:
1. KJP Plus SD/SDLB/MI mulai tanggal 15 Mei 2020.
2. KJP Plus SMP/SMPLB/MTs/PKBM mulai tanggal 18 Mei 2020.
3. KJP Plus SMA/SMALB/MA/SMK mulai tanggal 20 Mei 2020.
4. Pencairan Dana Bridging atau biaya tambahan bagi siswa kelas XII juga dilaksanakan pada bulan Mei 2020.

Penerima KJP Plus yang sudah memiliki aplikasi JakOne Mobile juga diimbau untuk memantau dana masuk dan transaksi melalui ponsel masing-masing. Apabila sangat terpaksa harus ke ATM atau Kantor Layanan Bank DKI, agar memperhatikan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun serta melaksanakan etika batuk dan bersin dengan benar.

Nahdiana berharap skema pencairan dana KJP Plus di masa PSBB ini mampu meringankan beban para siswa dan orang tua selama masa pandemi COVID-19. Ia juga mengingatkan agar tidak keluar rumah jika tidak mendesak.

"Semakin kita disiplin, semakin cepat virus COVID-19 akan tertangani, dan semakin cepat juga kita bisa belajar di sekolah," pungkasnya.

Sebelumnya, penerima KJP Plus menerima pencairan dalam 2 bagian. Untuk jenjang SD, misalnya, menerima dana sebesar Rp 250.000 untuk dana rutin dan berkala.  Dana rutin dicairkan sebesar Rp 135.000/ bulan (dapat diambil tunai Rp 100.000, sisanya non tunai untuk belanja pangan murah). Sementara dana berkala sebesar Rp 115.000 per bulan dicairkan tiap 6 bulan sekali di akhir semester, dibelanjakan untuk kebutuhan siswa secara non tunai. (Jekson)


Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad