Di tengah Pandemi, Muncul Petisi Soal Kelangkaan ARV - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Di tengah Pandemi, Muncul Petisi Soal Kelangkaan ARV

Di tengah Pandemi, Muncul Petisi Soal Kelangkaan ARV

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Kelangkaan stok ARV (Antiretroviral) untuk orang dengan HIV/Aids (ODHA) menjadi perhatian publik. Sementara, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dengan HIV/Aids adalah salah satu kelompok rentan terkena efek yang parah jika terpapar COVID-19. 

ARV adalah obat untuk menekan laju pertumbuhan HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh orang dengan HIV/Aids. Tiap ODHA wajib mengkonsumsi ARV setiap hari. Tanpa ARV, daya tahan tubuh mereka bisa menurun drastis dan membuat mereka mudah terkena penyakit yang serius. 

Baby Rivona adalah salah satu ODHA yang aktif menyuarakan isu-isu tentang kesehatan dan HIV/Aids. Ia sudah mengkonsumsi ARV selama 17 tahun. Ia mengatakan konsumsi ARV secara teratur dapat menurunkan jumlah virus HIV secara drastis sehingga tidak mudah menularkannya kepada orang lain. Karena hal inilah mereka harus mengkonsumsi ARV seumur hidup.

Menanggapi kelangkaan ARV, Baby Rivona bersama koalisi ODHA Berhak Sehat memulai petisi daring www.change.org/ARVHargamati yang hingga kini sudah didukung ribuan orang dalam seminggu sejak petisinya diluncurkan. 

“Saat ini, ada kurang lebih 130.000 pasien dengan HIV yang dalam pengobatan dan diantaranya terdapat kurang lebih 11.000 pasien anak. Ada yang harus habis ongkos bolak balik Nusa Penida - Denpasar setiap dua minggu sekali untuk ambil obat,” tulis Baby di petisi.

Baby bilang banyak yang terpaksa meminum ARV jenis lain karena kekosongan obat yang biasa mereka konsumsi. Hal ini malah memberi efek samping negatif kepada mereka. Bahkan ada yang terpaksa putus obat.

“Banyak juga yang terpaksa minum ARV jenis lain karena kekosongan obat dan mengakibatkan mendapat banyak efek samping seperti pusing, susah tidur, dan sampai bahkan Anemia. Belum lagi mereka yang putus ARV karena putus asa dengan kondisi kekosongan ini,” tulis Baby di dalam petisinya.

Mereka meminta Kementerian Kesehatan untuk menjamin ketersediaan obat ARV di layanan kesehatan agar ODHA dan ODHIV tidak putus pengobatan. Menurut Baby, di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Kesehatan seharusnya memiliki skala prioritas untuk kelompok yang memiliki kebutuhan khusus akan pengobatan, seperti orang dengan HIV/Aids.

“Dulu, pemerintah pernah dengar suara, dukungan, dan kerja keras kita bersama saat kita petisi minta akses obat Hepatitis C jenis Sofosbuvir. Sekarang saya mau ajak kalian sekali lagi untuk membantu menyelamatkan banyak nyawa ODHA dengan meminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan obat ARV di layanan kesehatan agar ODHA tidak putus pengobatan,” tutup Baby. (Wan)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad