Cek Fakta: Virus Corona Sengaja Dimasukkan Ke Tubuh Melalui Rapid Test? - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Cek Fakta: Virus Corona Sengaja Dimasukkan Ke Tubuh Melalui Rapid Test?

Cek Fakta: Virus Corona Sengaja Dimasukkan Ke Tubuh Melalui Rapid Test?

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA - Sebuah informasi beredar di media sosial Facebook  dan aplikasi WhatsApp yang menyebutkan bahwa Virus Corona sengaja dimasukkan ke dalam tubuh melalui alat rapid test (tes cepat).

Informasi tersebut mengklaim bahwa tindakan itu dilakukan untuk menciptakan zona merah agar masyarakat tidak dapat bergerak. Informasi itu bahkan mencantumkan tautan artikel dari situs viva.co.id berjudul "Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona" yang di muat, pada 7 Mei 2020.

Benarkah COVID-19 dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test agar agar berstatus positif dan membuat zona merah? Berikut penelusuran Cek Fakta Media Jakarta.

Info Beredar
Pesan yang beredar di Facebook dan WhatsApp sebagai berikut:
"KACAU KACAU KACAU KACAU APAKAH REZIM INI SENGAJA
Ini berita A1 karena ada ling Media yg mempertanggungjawabkan informasi yaitu www.viva.co.id.

Rezim dengan sengaja tiap daerah diciptakan Zona merah agar masyarakat tidak bisa berfarak dan tidak ada gerakan.

Setiap ada yg positip pssti dinyatakan Zona merah, sehingga yg masyarakat yang tadinya negatip diupayakan untuk menjadi positip dengan cara memaksukan covid-19 ke tubuh masyarakat melalui Rapid Test dengan dalih tes kesehatan.

Ketika masyarakat tidak bisa bergerak dan tidak ada gerakan maka Rezim akan semena mena bertindak untuk kepentingan kelompoknya.

https://www.google.com/amp/s/www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1214915-kacau-alat-rapid-test-china-bikin-orang-negatif-jadi-positif-corona 👆🏻👆🏻👆👆👆"

Penelusuran
Cek Fakta Media Jakarta menelusuri informasi yang menyebut rapid test akan mengakibatkan seseorang berstatus positif Covid-19 dengan menelaah lebih lanjut tautan artikel di situs viva.co.id.

Pada artikel berjudul "Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona" sebagaimana terdapat pada link; https://www.viva.co.id/berita/nasional/1214915-kacau-alat-rapid-test-china-bikin-orang-negatif-jadi-positif-corona dan dimuat pada 7 Mei 2020, ditemukan bahwa artikel tersebut mengulas tentang perbedaan hasil tes cepat Covid-19 melalui metode rapid test dengan dengan hasil tes swab PCR pada warga di Banjar Serokadan di Desa Abuan, Bangli, Bali.

Hasil rapid test yang diuji pada 443 orang dinyatakan positif, sehingga Pemprov Bali melakukan isolasi satu dusun yang dihuni 1.210 orang warga. Namun setelah dilakukan tes PCR, sebanyak 275 orang malah dinyatakan negatif. Sementara untuk 139 orang lainnya masih menunggu hasil swab-nya.

Dalam artikel tersebut tidak terdapat kalimat yang menyatakan Virus Corona sengaja dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test agar berstatus positif dan membuat zona merah covid-19.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto akhirnya ikut bersuara tentang beredarnya informasi yang menyebutkan COVID-19 dimasukkan ke dalam tubuh melalui rapid test dan membuat zona merah.

 “Informasi yang tersebar di media sosial Facebook  dan WhatsApp itu sebagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Achmad Yurianto bahkan menantang penulisanya. "Apakah penulisnya berani mempertanggungjawabkan tulisannya?," kata Yurianto.

Kesimpulan
Klaim tentang COVID-19 dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test tidak benar. Pasalnya, tidak ditemukan kalimat yang menyatakan, COVID-19 dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test agar berstatus positif, sebagaimana tautan berita yang disertakan dalam informasi tersebut.

Karena itu, tim cek fakta Media Jakarta menyebut informasi tersebut sebagai kabar bohong (hoaks) yang menyesatkan masyarakat. (Red)


Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad