Cek Fakta : Indonesia Terapkan Herd Immunity? - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Baru-baru ini, akun twitter @dinosaursvy menuliskan pertanyaannya tentang kemungkinan Herd Immunity.  Sejak diposting pada 16 Mei lalu, tweet tersebut telah di likes sebanyak 37 kali dan di retweet 21 kali pada tanggal 21 Mei 2020, pukul 2.20 WIB.

"Walaupun masih belum jelas infonya, menurut kalian herd immunity ini ampuh nggak?", demikian isi cuitannya.

Akun @dinosaurusvy juga mengunggah sejumlah infografis terkait Herd Immunity. Ia menyebut syarat Herd Immunity adalah dengan membiarkan 70 persen populasi terinfeksi virus agar mendapatkan kekebalan antibodi alami. Hal itu dilakukan karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk virus SarsCov-2.

Akhir-akhir ini, dugaan Herd Immunity menguat dan ramai diperbincangkan di media sosial, pasca dilonggarkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan yang meminta warga hidup berdamai dengan virus Corona.

Ketakutan berikutnya muncul ketika pemerintah mewacanakan dibukanya kembali operasional mal pada 8 Juni dan sekolah pada 15 Juni 2020. Kondisi itu ditengarai memperparah dampak Covid-19 di Indonesia, karena penyebaran virus yang sangat masif.

Masih di postingan yang sama, @dinosaursvy juga menjelaskan soal Herd imunity yang ia lansir dari aljazeera (20/3/2020). Herd Imunity disebutnya mengacu pada situasi dimana cukup banyak orang dalam satu populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi, sehingga dpt secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Kemudian infografis berikutnya menjelaskan terjadinya Herd Immunity.
Nah caranya itu ada 2:
1. Dengan vaksin (belum ada vaksin covid).
2. Dengan membiarkan 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan antibodi secara alami.
Sambil menunggu vaksin, ngga mungkin dlm waktu dekat (paling cepet 1 thn).

Infografis lainnya soal pilihan Herd Immunity dengan cara menginfeksi penduduk secara langsung. Dari kemungkinan infeksi ini hanya 2 hal yang akan terjadi :
1. Bertahan hidup (kebal terhadap penyakit).
2. Meninggal bagi yg tidak kuat.

Lalu di slide berikutnya @dinosaursvy memposting soal dampak negatif dan positif Herd Immunity, hingga upaya agar bisa bertahan dari Herd Immunity.

Penelusuran
Tim Cek Fakta MEDIAJAKARTA menelusuri kebenaran atas pesan berantai tersebut melalui mesin pencari Google Search dengan kata kunci "Herd Immunity di Indonesia".

Tim menemukan sejumlah artikel yang mengarah kepada keterangan tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian. Kepada media, Donny menepis kabar soal Herd Immunity untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Menurut Donny, pemerintah sedang berupaya melandaikan kurva corona secara bertahap. Hal itu dilakukan dengan tes masif untuk mengetahui puncak lonjakan Covid-19 dalam dua minggu kedepan.

Jika kurva landai, menurut Donny, pemerintah akan mengambil kebijakan lain, termasuk dengan melonggarkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalau Herd Immunity kan semua dibebaskan. Kalau kita, dibuka secara bertahap dan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan ketat," kata Donny, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

Wacana pelonggaran, menurut Donny, akan dilakukan jika kurva terus melandai secara konsisten. Sayangnya saat ini, kondisinya masih fluktuatif di setiap daerah.

"Jadi sekarang kami gencarkan PCR supaya punya gambaran berapa kasus positif di Indonesia. Nanti kami tahu peak-nya, setelah melandai baru kita bicara soal pelonggaran," tuturnya.

Sebelumnya, ahli epidemiologi dan biostatisik, Iqbal Elyazar, menyebut strategi Herd Immunity merupakan cara yang berisiko dalam mengatasi pandemi virus corona di Indonsia.

Iqbal menilai penanganan virus corona tak bisa hanya mengandalkan pada imunitas atau kekebalan tubuh semata. Terlebih jika pasien-pasien tersebut merupakan kelompok rentan.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menentang strategi Herd Immunity yang diterapkan sejumlah negara untuk mengatasi pandemi Covid-19. Cara itu dinilai sangat berisiko, selama vaksin untuk corona belum ditemukan.

Kesimpulan
Dari penjelasan tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian, tim Cek Fakta MEDIAJAKARTA menyimpulkan bahwa informasi tentang rencana pemerintah menerapkan Herd Immunity untuk mengatasi pandemi corona covid-19 adalah tidak benar. Informasi menyesatkan itu masuk kategori Hoaks. Selanjutnya masyarakat diminta untuk mengikuti anjuran yang telah ditetapkan pemerintah, setidaknya untuk 2 minggu kedepan, agar pemerintah berhasil menemukan pola, apakah penyebaran Covid-19 telah melandai atau tidak. (Red)



Tentang Cek Fakta MediaJakarta.com
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim Cek Fakta Media Jakarta di email redaksirmediajakarta@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad