Cek Fakta: Benarkah Pemerintah Tak Akan Umumkan Kasus Positif Covid-19? - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Cek Fakta: Benarkah Pemerintah Tak Akan Umumkan Kasus Positif Covid-19?

Cek Fakta: Benarkah Pemerintah Tak Akan Umumkan Kasus Positif Covid-19?

Share This
JAKARTA, MEDIAJAKARTA - Sebelumnya berseliweran informasi di media sosial  yang dikutip dari sejumlah media online yang menyebutkan pemerintah tidak akan lagi mengumumkan kasus positif Covid-19.

Beberapa diantaranya, terekam di situs Medantoday.com yang menurunkan artikel dengan judul "Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19", dimuat pada 18 Mei 2020. Tak lama kemudian, berita tersebut diubah judulnya menjadi "Pemerintah Ubah Metode Pelaporan ODP-PDP COVID-19".

Pada 18 Mei 2020, CNNIndonesia.com juga menurunkan artikel berjudul "Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus  Positif Covid-19. Artikel itu kemudian diubah menjadi "Pemerintah Ubah Metode Pelaporan ODP-PDP Covid-19".
(https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200518172614-20-504613/pemerintah-ubah-metode-pelaporan-odp-pdp-covid-19?)

Dalam artikel itu, ditulis “Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan mulai Senin (18/5) pemerintah hanya akan mengumumkan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP). Dengan demikian, tak ada lagi pengumuman jumlah kasus positif, meninggal, maupun pasien sembuh terkait virus corona (covid-19."

Selain itu, laman herstory.co.id, website yang mengupas sisi kehidupan, pekerjaan, kesehatan, dan kebutuhan wanita juga membuat artikel dengan judul "Pemerintah Tak Akan Umumkan Lagi Update Jumlah Kasus Positif COVID-19 di Tanah Air, Kenapa Ya?" (https://herstory.co.id/read2993/pemerintah-tak-akan-umumkan-lagi-update-jumlah-kasus-positif-covid-19-di-tanah-air-kenapa-ya%20ALAH)

Di paragraf pertama ditulis; "Beauty, ada informasi terbaru yang harus kalian ketahui mengenai perkembangan virus COVID-19 yang sedang mewabah di Tanah Air. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan mulai Senin (18/5/2020) pemerintah hanya akan mengumumkan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP). Dengan demikian, tak ada lagi pengumuman jumlah kasus positif, meninggal, maupun pasien sembuh terkait virus COVID-19."

Penelusuran
Untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut, tim cek fakta Media Jakarta mencari jejaknya di internet dengan memasukkan kata kunci " Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19"

Hasilnya, ditemukan sejumlah link menunjukkan isi artikel atau postingan di media sosial sebelum diubah. Beberapa diantara bisa dilihat di tautan berikut:

Selain itu, tim cek fakta juga menemukan bahwa pemerintah bukan tidak mengumumkan kasus positif COVID-19, namun tidak lagi mengumumkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif. Pasalnya, jumlah ODP dan PDP sudah selesai dipantau dan diawasi, sehingga tidak perlu lagi dihitung sebagai ODP dan PDP.

Jika sebelumnya Medantoday.com sempat menghadirkan berita dengan judul "pemerintah takkan umumkan lagi kasus Covid-19", kini berita tersebut telah diganti menjadi "Pemerintah Ubah Metode Pelaporan ODP-PDP COVID-19. Perubahan itu sebagai bentuk koreksi atas berita sebelumnya. (https://medantoday.com/pemerintah-ubah-metode-pelaporan-odp-pdp-covid-19/).

Tak hanya itu, Medantoday.com juga menurunkan artikel lanjutan terkait dengan judul "Begini Alasan Pemerintah Tak Lagi Umumkan Angka ODP-PDP Secara Akumulatif". Artikel dimuat pada 19 Mei 2020. (https://medantoday.com/begini-alasan-pemerintah-tak-lagi-umumkan-angka-odp-pdp-secara-akumulatif/)

Sementara itu, CNN Indonesia langsung mengubah judul dan meminta maaf atas kekeliruan pengutipan. Setelah diubah, redaksi juga menambahkan keterangan: "Judul berita diubah dari semula 'Pemerintah Takkan Umumkan Lagi Kasus Positif Covid-19'. Judul diubah karena terjadi kekeliruan dalam pengutipan. Redaksi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan."

Di artikel revisi, CNN Indonesia menuliskan; "Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan pemerintah hanya akan mengumumkan jumlah (ODP) dan Pasien dalam Pemantauan (PDP) yang masih dalam pengawasan. Sebelumnya setiap hari pemerintah mengumumkan akumulasi ODP dan PDP, baik yang sudah beres proses pemantauan maupun tengah diawasi."

Terkait misinformasi itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa ia akan mengumumkan data kasus pasien Covid-19 setiap harinya. Yuri membantah jika ada pemberitaan yang menyebut pemerintah tidak akan mengumumkan pasien positif lagi.

“Berita ini kok enggak sejalan dengan yang saya sampaikan,” kata Yuri, seperti dikutip dari Suara.com, Senin (18/5/2020).

Menurut Yuri, pemerintah tetap mengumumkan kasus positif, sembuh, ataupun meninggal akibat Covid-19 setiap harinya. Hanya saja yang berubah dari konsep sebelumnya, adalah soal pengumuman data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan jumlah ODP dan PDP sebagai jumlah akumulasi dari pencatatan sejak awal hingga pencatatan paling baru. Itu sebabnya, jumlahnya cenderung besar. Pemerintah lalu berubah pikiran, karena bisa saja ODP dan PDP tersebut menjadi positif Covid-19, bahkan tak sedikit yang sembuh.

“PDP kalau sudah mendapat hasil positif juga bukan PDP lagi melainkan kasus positif COVID-19. PDP kalau sudah negatif dan sembuh berarti bukan kasus COVID-19,” kata Yuri seperti dikutip dari detikcom, 18 Mei 2020.

Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan tim cek fakta Media Jakarta, klaim bahwa pemerintah tak akan lagi mengumumkan kasus positif Covid-19 merupakan keliru. Karena itu, tim cek fakta mengkategorikannya sebagai  'konten yang menyesatkan'.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bukan tidak akan mengumumkan kasus positif Covid-19, tetapi tidak mengumumkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif. Alasannya, karena ODP dan PDP yang sudah selesai dipantau dan diawasi, sehingga maka tidak perlu lagi dihitung sebagai ODP dan PDP. (Red)



Tentang Cek Fakta MediaJakarta.com
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim Cek Fakta Media Jakarta di email redaksirmediajakarta@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad