Anies: Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Jika Tak Punya SIKM - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat sebisa mungkin menunda keinginan untuk masuk ke wilayah Jakarta. Apabila tidak memiliki kepentingan seperti diatur di Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM), Gubernur Anies mempersilahkan untuk kembali ke daerah asal.

Sebelumnya Pergub Nomor 47 Tahun 2020 telah mengatur sejumlah sektor yang diperbolehkan untuk keluar-masuk wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut meliputi; bidang kesehatan, keuangan, logistik, industri strategis, bahan pangan, energi, perhotelan, konstruksi,komunikasi dan teknologi informatika, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu.

“Bila anda berencana ke Jakarta dan tidak memilki ketentuan-ketentuan yang disebutkan di sini (di laman corona.jakarta.go.id), tidak memiliki hasil tes (kesehatan), maka tunda dulu keberangkatannya (ke Jakarta),” tegas Anies, Senin (25/5) di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Apabila ada pihak yang memaksa, Anies mengingatkan bahwa siapapun akan mengalami kesulitan di perjalanan. Sebab saat ini, semua pintu keluar-masuk dari dan menuju wilayah DKI Jakarta dijaga ketat oleh aparat keamanan yang melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Di lapangan, menurut Anies, para petugas tidak akan segan-segan meminta pendatang untuk kembali ke daerah asal.

“Bila anda memaksakan, justru nanti anda akan mengalami kesulitan di perjalanan. Mengapa kesulitan? Karena anda harus kembali. Pemeriksaan akan ketat,” tegas Anies.

Hal itu dilakukan, agar kerja keras Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta seluruh komponen hingga masyarakat dalam menurunkan COVID-19 tidak menjadi sia-sia. Pasalnya, menurut Anies, apabila Jakarta terkena imbas gelombang kedua penambahan COVID-19, maka penanggulangannya akan lebih sulit.

"Ini dilakukan, agar kerja keras puluhan juta orang di Jakarta, ada 10 juta, Jabodetabek adalah lebih dari 25 juta, selama dua bulan lebih bekerja keras menjaga, dan menurunkan tingkat penularan COVID" ujar Gubernur Anies. 

"Kita juga tak ingin kerja keras kita batal, karena muncul gelombang baru penularan COVID. Kalau itu sampai terjadi, maka yang menderita adalah kita semua di Jakarta,” jelas Anies.

Gubernur Anies telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga untuk keluar atau masuk ke wilayah Jakarta.

Pergub tersebut sengaja dibuat untuk menekan angka kasus COVID-19 yang juga disesuaikan dengan Surat Edaran Ketua Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020.

Dalam Pergub tersebut, dijelaskan bahwa SIKM dapat diperoleh melalui laman resmi corona.jakarta.go.id atau bit.ly/SIKMJABODETABEK

Selain SIKM, persayaratan lain yang harus dimiliki bagi setiap warga yang hendak memasuki wilayah DKI Jakarta adalah surat keterangan sehat dan dibuktikan dengan hasil tes cepat (Rapid Test) dan tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR), surat dinas dari instansi atau perusahaan, dan dokumen perjalanan lainnya, seperti kartu identitas resmi. (jack)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad