Anies Baswedan: Jangan Mudik Lokal, Mudik Virtual Saja - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad


JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. Bahkan, untuk urusan mudik, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyarakankan mudik dilakukan secara virtual, sebagai respon untuk menekan penyebaran COVID-19.

“Jangan ada Mudik Lokal, yang boleh adalah Mudik Virtual,” ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Sabtu (16/5).

Hal ini penting, karena Menurut Anies, virus SarsCov-2 tidak mengenal hari besar atau hari biasa. Pasalnya, hingga Sabtu (16/5) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 5.881kasus.

"Lebaran atau tidak, sama saja. Virus tidak kenal nama-nama hari. Tidak ada hari besar atau hari biasa. Tidak kenal lebaran atau tidak", ujar Anies.

Selain itu, Gubernur Anies juga mengimbau warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah dan selalu menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Menurut Anies, ini merupakan momentum yang tepat agar terhindar dari pandemi.

“Kami meminta masyarakat tetap berada di rumah, tidak bepergian, apalagi menjelang masa yang banyak hari liburnya", katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub No. 47 Tahun 2020 yang mengatur tentang mekanisme perizinan bagi penduduk Jakarta, saat keluar Jabodetabek, dan bagi penduduk dari luar Jabodetabek saat masuk ke Jakarta, melalui Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Pergub tersebut, warga ber-KTP Jabodetabek memang tidak perlu mengurus SIKM, namun perlu digarisbawahi bahwa aktivitas di kawasan Jabodetabek hanya diizinkan untuk kebutuhan yang mendesak dan esensial serta mengacu pada ketentuan PSBB.

"Jangan kita membuat kondisi Jabodetabek kembali ke bulan Maret dan membuat usaha yang sudah berjalan selama dua bulan lebih ini menjadi sia-sia," tegas Anies.

Sementara itu, aktivitas di kawasan Jabodetabek yang diperbolehkan harus mengacu pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Artinya, semua tetap berada di rumah, yang bisa bepergian adalah orang yang karena tugas/pekerjaannya di 11 sektor yang mendasar", Anies.

Sejauh ini, 11 sektor yang diperbolehkan beraktivitas di Jabodetabek selama masa PSBB, adalah: kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar (utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu) dan/atau kebutuhan sehari-hari. (Jekson)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad