30 Mei 2020, DKI Jakarta Menjadi Wilayah Dengan Kasus Sembuh Tertinggi di Indonesia - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

30 Mei 2020, DKI Jakarta Menjadi Wilayah Dengan Kasus Sembuh Tertinggi di Indonesia

30 Mei 2020, DKI Jakarta Menjadi Wilayah Dengan Kasus Sembuh Tertinggi di Indonesia

Share This
JAKARTA - MEDIAJAKARTA.COM - Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dari 34 Provinsi di Tanah Air, menunjukkan Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.005.

"Disusul Jawa Barat ada 616, Jawa Timur sebanyak 589, Sulawesi Selatan 564, Jawa Tengah 355, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 7.015 orang", ujar Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (30/5).

Kriteria pasien sembuh didasarkan atas hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Sementara itu, akumulasi penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Sabtu (30/5) yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sebanyak 523 orang, sehingga totalnya menjadi 7.015. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif juga bertambah menjadi 25.773 setelah ada penambahan 557 orang dan kasus meninggal menjadi 1.573 dengan penambahan 53 orang.

“Kasus konfirmasi positif naik 557 sehingga menjadi 25.773. Data ini kalau kemudian kita lihat lebih detil lagi ada 10 provinsi yang hari ini tidak ditemukan kasus positif ,” kata Achmad Yurianto

Yuri juga menyebut terdapat 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif, yakni DKI Jakarta 7.229 orang, Jawa Timur 4.613, Jawa Barat 2.231, Sulawesi Selatan 1.510, Jawa Tengah 1.366 dan wilayah lain sehingga totalnya 25.773 kasus.

Selain itu, secara akumulasi data positif COVID-19 di Indonesia, sebagai berikut: di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 455 kasus, Banten 858 kasus, Bangka Belitung 45 kasus, Bengkulu 86 kasus, Yogyakarta 233 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 184 kasus, Kalimantan Timur 291 kasus, Kalimantan Tengah 398 kasus, Kalimantan Selatan 893 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 196 kasus, Nusa Tenggara Barat 594 kasus, Sumatera Selatan 963 kasus, Sumatera Barat 552 kasus, Sulawesi Utara 322 kasus, Sumatera Utara 406 kasus, dan Sulawesi Tenggara 241 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 126 kasus, Lampung 132 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 146 kasus, Maluku 215 kasus, Papua Barat 162 kasus, Papua 658 kasus, Sulawesi Barat 88 kasus, Nusa Tenggara Timur 91 kasus, Gorontalo 69 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (red)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad