Kajian Ramadhan : Shaum dan Doa - Mediajakarta.com | Situs Berita Jakarta Terkini

Post Top Ad

Kajian Ramadhan : Shaum dan Doa

Kajian Ramadhan : Shaum dan Doa

Share This

Oleh : Nashihudin (Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur)
 

Shaum Ramadhan dan doa adalah dua Ibadah yang saling menguatkan  satu dengan lainnya. Bahkan tidak bisa dipisahkan. Shaum menahan diri dari segala bentuk kemaksiatan sementara doa adalah inti sari ibadah sebagai sarana dan  cara untuk meminta kepada Nya.

Allah SWT dekat dengan para hambanya yang selalu berdoa dan shaum Ramadhan adalah waktu yang paling  mustajab untuk berdoa. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

Adapun sebagai seorang Muslim harus Yaqin bahwasanya puasa Ramadhan bisa menyelamatkan diri dari siksaan neraka dan doa doa nya akan dijawab oleh Allah SWT.

1. Semua doa pasti diijabah

وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَا خِرِيْنَ

"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir 40: Ayat 60)

2. Berdoa dengan Asmaul Husna

وَلِلّٰهِ الْاَ سْمَآءُ الْحُسْنٰى فَا دْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ ۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ

"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 180)

3. Orang orang yang doa mustajab

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ثلاثُ دَعَواتٍ لا تُرَدُّ : دعوةُ الوالدِ ، و دعوةُ الصائمِ ، و دعوةُ المسافر
ِ
_ “Ada tiga doa yang tidak tertolak:  [1] doa orang tua (kepada anaknya) [2] orang orang yang berpuasa  [3] doa orang yang sedang safar”_  (HR. Al Baihaqi dalam Sunan-nya no. 6619, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah).

Dalam riwayat lain :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ : دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِه
.
_ “Ada tiga doa yang mustajab tanpa diragukan lagi: [1] doa orang yang terzalimi [2] doa orang yang sedang safar [3] doa orang tua kepada anaknya” (HR. At Tirmidzi no. 1905, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)._

Hadits ini menunjukkan doa orang tua kepada anaknya itu mustajab. Baik doa ayah maupun doa ibu.  Namun doa ibu lebih mustajab lagi.

Al Munawi rahimahullah menjelaskan:

( ودعوة الوالد لولده ) لأنه صحيح الشفقة عليه ، كثير الإيثار له على نفسه ، فلما صحت شفقته : استجيبت دعوته ، ولم يذكر الوالدة مع أن آكدية حقها تؤذن بأقربية دعائها إلى الإجابة من الوالد ؛ لأنه معلوم بالأولى
.
“[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya. Dalam hadits ini tidak disebutkan lafadz “al walidah” (ibu) padahal ibu lebih ditekankan lagi haknya dan lebih besar kemungkinan dikabulkan doanya daripada ayah, ini dikarena keutamaan ibu sudah ma’lum (diketahui semua orang)”  (Faidhul Qadir, 3/301).

📍Yang perlu kita camkan setelah mengetahui ini:

1) Carilah doa kebaikan dari orang tua anda
2) Berusahalah agar orang tua tidak mendoakan keburukan pada anda
3) Doakan kebaikan bagi anak-anak anda
4) Tahan lisan dari doa keburukan terhadap anak-anak anda

*
📖📖
Jakarta, 3 Ramadhan 1441/ 26 April 2020

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad