Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Merespon Virus Corona, Anies : Kita Tidak Perlu Panik, Tapi Harus Waspada


JAKARTA, MEDIAKARTA.COM-  Terkait merebaknya virus corona di Indonesia, Gubenur DKI Jakarta menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik namun harus waspada.

"Berkaitannya dengan Corona Virus yang sedang merebak. Kita tidak perlu panik tapi juga jangan rileks, harus waspada," kata Anies dalam forum Coffee Morning Pembauran Kebangsaan Tahun 2020 yang berlangsung di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta kemarin pagi.

Menurut Anies, kalau panik menimbulkan efek perilaku yang tidak sehat, kalau rileks dianggap enteng, ketika muncul menjadi masalah besar, itu kita tidak siap. Kita harus posisinya waspada di Jakarta, karena sudah ditemukan kasus maka kita harus lebih waspada. Dan kalau sudah terkait kesehatan percayakan kepada tim medis.

Forum "Coffee Morning Pembauran Kebangsaan Tahun 2020 adalah kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh Pemprov DKI ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi masyarakat, sekaligus evaluasi pelaksanaan program pembauran kebangsaan di Jakarta.

Dalam pembukaan forum, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan harapannya agar sinergi antar masyarakat dapat terbangun dengan baik karena Jakarta sebagai Ibu Kota negara dengan masyarakatnya yang plural, diharapkan dapat menjadi percontohan.

"Alhamdulillah, ini memang forum penting, unsur yang ada lengkap. (Di Indonesia) Bhineka Tunggal Ika, Jakarta tempat simpul itu terjadi. Karena itu, di tempat ini harus menjadi contoh kerukunan antar semua golongan (dan) komponen. Kalau di sini terjadi komunikasi, interaksi, lalu gotong royong/ kerja bersama, insyaAllah Jakarta menjadi inspirasi bagi Indonesia. Pak Pangdam, tadi menyampaikan, beliau tahu persis, kalau Jakarta tenang, Indonesia tenang" ujar Anies dalam sambutannya.

Anies menambahkan, keharmonisan antar suku bangsa, ras, dan agama yang ada di Jakarta hendaknya terus  dirawat dan ditingkatkan bersama-sama melalui forum-forum yang ada. "Kami berharap forum ini memberikan manfaat, jalankan secara rutin, perluas cakupannya; karena di sini ada FPK, FKUB, FKDM. Jadi unsur-unsur inilah yang berada paling depan dalam menjaga suasana Jakarta aman, tertib, tentram.

Bagi teman-teman di Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), bantu interaksi yang efektif ke Kesbangpol supaya pastikan interaksi berjalan dengan baik," lanjut Anies.

Selain itu, Anies turut menyampaikan, bahwa sinergitas antar Perangkat Daerah dan elemen masyarakat pun diharapkan dapat meminimalisir munculnya konflik, khususnya konflik sosial, melalui deteksi dan cegah dini.

"Kemudian tentu saja konflik sosial antara wilayah seringkali itu terjadi . Kita juga bisa perhatikan betapa masalah pengangguran punya dampak pada itu semua. Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga rasa hormat, menghargai satu sama lain. Kita berharap tim tim ini bisa membantu untuk kita menjaga stabilitas di level masyarakat," terang Anies.

Untuk diketahui, Forum ini menghadirkan sebuah Diskusi Interaktif berupa tanya jawab dengan tema "Membangun Sinergitas dan Pemberdayaan Masyarakat" bersama tiga narasumber, yakni Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Taufan Bakri; Kepal Seksi  Survelens Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama; dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta, Zamakh Sari. Peserta sebanyak 150 orang, antara lain berasal dari Perangkat Daerah, Badan Penghubung Pemerintah Perwakilan dari seluruh Provinsi Indonesia, FKDM, FKPT, PPWK, FKUB, dan FPK Provinsi di 5 wilayah kota dan administrasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolda Metro Jaya, Nana Sudjana; Pangdam Jaya Mayjen TNI, Eko Margiyono; Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I, Ahmad Maskuri; Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Ditjen Polpum Kemendagri RI; Jajaran Forkominda Provinsi DKI Jakarta; Para Pimpinan DPRD Provinsi DKI Jakarta; Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah; Para Kepala Badan Penghubung Provinsi se-Indonesia; Para Pejabat Pemprov DKI Jakarta; serta Para Pimpinan Organisasi Masyarakat. (Wan)

Tidak ada komentar: