Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Imam Masjid Istiqlal Imbau Umat Islam Tidak Lakukan Kegiatan Berjemaah


Foto : Antara/Sigit Kurniawan
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020). Penyemprotan oleh petugas gabungan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Masjid Istiqlal.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Jumat hingga Dua Pekan, Ini Alasannya", https://nasional.kompas.com/read/2020/03/20/10072391/masjid-istiqlal-tak-gelar-shalat-jumat-hingga-dua-pekan-ini-alasannya.
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Bayu Galih

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020). Penyemprotan oleh petugas gabungan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Masjid Istiqlal.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Jumat hingga Dua Pekan, Ini Alasannya", https://nasional.kompas.com/read/2020/03/20/10072391/masjid-istiqlal-tak-gelar-shalat-jumat-hingga-dua-pekan-ini-alasannya.
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Bayu Galih
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020). Penyemprotan oleh petugas gabungan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Masjid Istiqlal.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Jumat hingga Dua Pekan, Ini Alasannya", https://nasional.kompas.com/read/2020/03/20/10072391/masjid-istiqlal-tak-gelar-shalat-jumat-hingga-dua-pekan-ini-alasannya.
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Bayu Galih 
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Imam Besar Masjid Istiqlal KH Prof Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam, terutama yang berada di wilayah penularan COVID-19, untuk sementara tidak melakukan kegiatan berjamaah guna menghindari penularan virus corona tipe SARS-Cov-2.

"Di dalam wilayah-wilayah yang sangat banyak permasalahan ini, virusnya berkembang, maka sudah cukup alasan sesuai dasar Majelis Ulama tadi untuk tidak melakukan pertemuan dalam keadaan berjamaah, termasuk di dalamnya shalat Jumat, subuh, dzuhur, asar, magrib, dan isya," kata Nasaruddin melalui keterangan persnya yang diterima Mediajakarta.com (20/3/2020).

Kepada warga yang ingin tetap mendirikan Shalat Jumat karena daerahnya dinilai masih aman dari COVID-19, Nasaruddin mengimbau mereka menjalankan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit tersebut, termasuk di antaranya menjaga jarak aman dengan orang lain.

"Jaga jarak satu orang dengan orang lain itu sekitar dua meter. Kami, Masjid Istiqlal, melakukan itu," ujarnya.

"Kita sangat dianjurkan untuk mencegah sesuatu yang sifatnya mudarat," ia menambahkan.

Pengelola Masjid Istiqlal meniadakan Shalat Jumat selama dua pekan ke depan menyusul imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada para pengurus masjid di Jakarta untuk menunda kegiatan shalat berjamaah dan ibadah bersama lain guna mencegah penularan COVID-19.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan pentingnya kepatuhan warga dalam menjaga jarak satu sama lain dan menghindari kerumunan guna mencegah penularan virus corona penyebab penyakit saluran pernafasan.

"Pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi. Oleh sebab itu penting untuk dilakukan, yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak atau social distancing dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19," katanya.(Wan)

Tidak ada komentar: