Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Uni Afrika dan Liga Arab Dukungan Kemerdekaan Palestina


ADDIS ABABA, MEDIAJAKARTA.COM- Uni Afrika, Gerakan Nonblok, dan Liga Arab berjanji untuk melanjutkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina. Hal itu dinyatakan saat ratusan diplomat dan pejabat dari kedua perhimpunan tersebut berkumpul dalam rangka memperingati hari solidaritas internasional dengan rakyat Palestina di Addis Ababa, Ethiopia, Selasa (10/12).

"Kami akan terus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memaksa Israel mengakhiri pendudukannya yang tidak adil atas Palestina. Kami selalu menjadi pendukung setia Palestina," ujar perwakilan Uni Afrika Alex Ratabaye saat berbicara dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip Mediajakarta.com dari laman Anadolu Agency.

Azerbaijan selaku pemegang kursi kepresidenan Gerakan Nonblok menyatakan hal serupa. Ia mendukung Palestina untuk memerdekakan diri. "Komunitas internasional akan meminta Israel bertanggung jawab atas semua permukiman ilegal di semua wilayah Palestina yang diduduki," kata Utusan Azerbaijan untuk Ethiopia Elman Abdullayev.

Perwakilan Liga Arab untuk Ethiopia Salhe Sabun mengatakan sudah saatnya membentuk front aksi bersatu dalam mendukung rakyat Palestina. "Kita harus berdiri bersama dan melipatgandakan upaya kita dari sebelumnya," ujarnya.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina dinilai akan semakin pelik. Hal itu terjadi karena Amerika Serikat telah mengambil keputusan untuk tak lagi menganggap ilegal permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Padahal, pembangunan permukiman ilegal merupakan ganjalan terbesar dalam perundingan damai Palestina dengan Israel. Selain itu, pada Desember 2017, AS telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Palestina diketahui menghendaki Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya.

Setelah pengakuan itu, Palestina memutuskan mundur dari perundingan damai dengan Israel yang dimediasi AS. Palestina menganggap Israel tidak lagi menjadi mediator yang netral. Sebab, ia terbukti membela dan mengakomodasi kepentingan politik Israel. (AA/MJ)

Tidak ada komentar: