Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

BMKG Memperkirakan Jakarta Berpotensi Hujan Petir di Malam Tahun Baru 2020


JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai prakiraan cuaca di malam jelang pergantian tahun. Malam tahun baru 2020 di DKI Jakarta, BMKG memperkirakan hujan petir melanda sebagian besar ibu kota.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara pada sore hingga malam hari," bunyi peringatan dini yang disampaikan BMKG melalui situs resminya, Selasa (31/12) pagi.

BMKG menyebut potensi hujan disertai kilat/petir akan melanda wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, hingga Kepulauan Seribu. Sementara itu wilayah Jakarta Timur berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang.


Sementara itu prakiraan suhu udara di tiga daerah yang berpotensi dilanda hujan petir berkisar 24 hingga 32 derajat celcius. Kelembapan dalam rentang 75 hingga 100 persen. Sedangkan kelembapan Kepulauan Seribu di malam pergantian tahun berkisar 80 hingga 95 persen.

BMKG sebelumnya telah memperingatkan mengenai cuaca ekstrem secara umum di Indonesia jelang libut natal dan tahun baru.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut distribusi curah hujan naik cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan meningkat di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jabodetabek, Jawa Barat, Tengah, dan Timur, Sulawesi Selatan, dan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

"Akibat faktor dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini yaitu adanya Monsun Asia yang mulai menunjukkan aktivitas signifikan," kata Dwikorita, awal pekan kemarin seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan massa udara basah, terbentuknya pola konvergensi, perlambatan, dan belokan angin di beberapa wilayah.

"Suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang masih hangat dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Dwikorita. (BMKG/CNN/MJ)

Tidak ada komentar: