Breaking News

Jakarta Pusat Kini Memiliki 150 Lokasi Urban Farming

Urban Farming Jakarta. Foto : The Jakarta Post
JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Bercocok tanam bisa dilakukan dimana aja,sekalipun arealnya sempit, namun bisa disiasati dengan bercocok tanam sistem pertanian kota atau urban farming seperti dilakukan sejumlah warga Jakarta Pusat.

Bahkan saat ini di Jakarta Pusat sudah ada 150 lokasi pengembangan pertanian perkotaan.

Kepala Seksi Pertanian Suku Dinas Ketahanan Pangan, Keluatan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat, Sunarto yang aktif mendorong pertanian kota mengatakan, selain pemanfaatan lahan sempit ditengah perkotaan, program tersebut diyakini mampu membantu menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Ibukota.

"Alhamdulillah, sejak kami rutin melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan sejak tahun 2016, hingga saat ini sudah ada 150 lokasi urban farming yang tersebar di delapan wilayah kecamatan, ujarnya akhir pekan kemarin seperti dikutip laman resmi Pemprov DKI.

Sunarto menjelaskan, sejak periode Januari-Oktober 2019 ada penambahan 35 lokasi pertanian perkotaan di Jakarta Pusat.

Rinciannya, sembilan lokasi di Kecamatan Cempaka Putih, lima di Kecamatan Sawah Besar, lima di Kecamatan Gambir, enam di Kecamatan Menteng, dua di Kecamatan Kemayoran, dua di Kecamatan Johar Baru dan empat di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

"Untuk Kecamatan Senen ada penambahan di dua lokasi, masing-masing di Jalan Kramat Kwitang 1C, dan Jalan Kwitang," terangnya.

Ia menambahkan, Sudin KPKP Jakarta Pusat akan terus melakukan pembinaan terhadap para penggiat urban farming. Termasuk, dengan memberikan bantuan media tanam dan berbagai jenis tanaman, serta pupuk yang dibutuhkan.

"Kami berharap, semakin banyak lagi penggiat pertanian perkotaan di Jakarta Pusat. Sehingga, pengembangan pertanian perkotaan dengan memanfaatkan keterbatasan lahan bisa semakin banyak lagi," tandasnya. (BJ/MJ)

Tidak ada komentar