Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Polisi Israel Tangkap Menteri Palestina Urusan Yerusalem

Fadi Al-Hadami.
TEPI BARAT, MEDIAJAKARTA.COM-  Menteri Palestina Urusan Yerusalem,  Fadi al-Hadami, karena melakukan aktivitas politik di bagian timur Yerusalem.

Informasi tersebut disampaikan pihak kepolisian Israel. Fadi al-Hadami dituduh melanggar hukum yang melarang aktivitas politik di Yerusalem yang diberlakukan Otorita Palestina, yang bermarkas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfled seperti Mediajakarta.com dari VOA mengatakan, al-Hadami ditahan Rabu pagi (25/9). Gubernur Yerusalem yang ditunjuk Otorita Palestina, Adnan Gheit, kemungkinan juga akan segera ditahan atas tuduhan serupa.

Seorang pejabat Palestina bernama Adnan Husseini mengecam penahanan itu. Ia mengatakan, tindakan Israel itu ditujukan untuk menghentikan kegiatan sosial dan budaya Palestina.
Al-Hadami pernah ditahan atas tuduhan serupa Juni lalu.

Otorita Palestina menempatkan sejumlah pejabat di Yerusalem Timur, yang direbut Israel pada 1967 dan kemudian dianeksasinya. Namun selain urusan sehari-hari, peran mereka umumnya hanya simbolik karena Israel memiliki kontrol penuh atas kota itu.

Sementara itu, pengacara Hadami, Mohammad Jbara, mengatakan, kliennya ditahan terkait beberapa aktivitas, termasuk menemani Presiden Cile Sebastian Pinera berkunjung ke kompleks Masjid Al Aqsa pada 25 Juni 2019.

Kunjungan Pinera ke tempat sensitif itu dikecam Israel karena tak berkoordinasi terlebih dulu. Hal ini membuat geram Israel, yang mengatakan bahwa kunjungan tersebut melanggar peraturan atas kunjungan kepala negara.

Pemerintah Cile menegaskan, kunjungan Pinera bersifat pribadi, bukan agenda kenegaraan.
Status Al Aqsa, yang juga dianggap suci oleh Yauhdi, merupakan isu paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina selama puluhan tahun.

Tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi itu berada dalam pengelolaan organisasi wakaf Yodrania. Namun Israel mengontrol secara penuh keamanan di sana.(Voa/MJ)

Tidak ada komentar: