Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Mahasiswa Kendari Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara

Puluhan aktivis HMI Cabang Kendari melaksanakan shalat di tengah jalan yang dilanjutkan orasi ilmiah. Foto : Antara.


KENDARI, MEDIAJAKARTA.COM-  Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menyuarakan penolakan terhadap rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota Negara dari Jakarta ke Kalimatan Timur (Kaltim).

“Massa aksi menolak pemindahan Ibukota Negara di tengah keterbatasan sumber pembiayaan pembangunan,” kata Ketua Badko HMI MPO Sultra,  La Ode Muhammad Farid saat berorasi usai melaksanakan shalat Magrib di tengah jalan saat melakukan aksi unjuk rasa di simpang empat eks MTQ Kota Kendari, Jumat malam.

Terlihat para mahasiswa saat melaksanakan shalat menggunakan alas kardus, dan bahkan ada yang tidak menggunakan alas saat melaksanakan shalat.

Farid mengungkapkan aksi tersebut sebagai bentuk penolakan, terhadap perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang dibuat dengan mengabaikan pendapat public termasuk menolak pemindahan ibu kota negara.

Kedua para pengunjuk rasa menolak RUU Pertanahan yang dinilai belum menjawab semangat UU Pokok Agraria untuk melawan feodalisme dan kolonialisme.

Ketiga para mahasiswa menolak  RKUHP yang mengancam kebebasan berekspresi, berpendapat dan terkesan tidak berpihak kepada kaum rentan.

Mereka juga menolak kenaikan iuran BPJS yang memberatkan kalangan menengah ke bawah,
 
Farid mengancam, jika tuntutan mereka tidak diindahkan, maka mereka akan melakukan aksi jilid II dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.(Ant/MJ/Wan)

Tidak ada komentar: