Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Diperiksa KPK, Tri Dianto Ditemani 3 Wanita Cantik


Inilah tiga wanita cantik yang menemani Tri Dianto ketika diperiksa di KPK. Foto : Dedy Priatmodjo/VIVAnews
JAKARTA, MJ-Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Cilacap, Tri Dianto tampil beda ketika datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia datang didampingi tiga wanita berparas cantik.


Tri dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 15 November 2013. Tri Dianto diperiksa sebagai saksi kasus gratifikasi Hambalang.

"Saya sebagai saksi atas nama tersangka Anas Urbaningrum," kata Tri Dianto di Gedung KPK.
Tri Dianto yang mengenakan kemeja abu-abu tua tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan Toyota Vellfire. Ia didampingin tiga wanita cantik, belum diketahui siapa wanita-wanita cantik itu. Tri enggan menyebut siapa wanita yang dibawa itu.

Kolega Anas Urbaningrum itu sedianya diperiksa KPK pada Kamis kemarin. Namun karena sejumlah alasan, pengusaha jamu itu baru bisa memenuhi panggilan KPK hari ini.

Tri Dianto dikelilingi cewek cantik saat mendeklarasikan diri PD 01.
"Bukan saya takut, tapi karena surat panggilannya nggak ada. Jam 11 penyidik telepon kenapa Mas Tri nggak datang. Bukan nggak mau datang, surat nggak ada, telepon nggak ada. Akhirnya diagendakan hari ini," jelasnya.

Hari ini merupakan pemeriksaan keduanya di KPK. Dua pekan lalu, Tri diperiksa KPK sebagai saksi. Juga untuk tersangka Anas Urbaningrum. Ia menyampaikan semua terkait pelaksanaan kongres dan proyek Hambalang.

"Saya menyarankan KPK untuk manggil Ibas sebagai steering committee (SC), dan Pak SBY sebagai ketua dewan pembina kongres di Bandung," ujar Tri seperti dilansir viva.co.id.

Tri belum tahu apa yang akan ditanyakan penyidik. Mengenai adanya bagi-bagi uang dan Blackberry saat kongres, Tri mengaku tidak tahu tidak tahu soal itu. Sebagai mantan Ketua DPC, Ia tidak menerima apapun saat kongres berlangsung.

"Saya tidak tahu. Tanya ke teman-teman saya. Saya dilahirkan tidak pernah menerima seperti itu, sayĆ  hanya ngasih-ngasih saja. Kalau urusan uang atau BB jangan tanyakan ke saya," ucapnya. (umi/vivanews)

Tidak ada komentar: