Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Jokowi Soroti Kinerja Direksi PT MRT

Model MRT Jakarta saat dipamerkan di Pekan Raya Jakarta. Foto: Media Indonesia
JAKARTA, MJ-Gubernur DKI Jakarta mengaku  tidak puas dengan kemajuan rencana pembangunan Mass Rapid Trasit (MRT).

Saat ini, dua dari tiga jabatan direksi PT MRT mengalami kekosongan karena kontrak kerja direksinya sudah habis dan tidak diperpanjang lagi. Sedangkan satu direksi mengundurkan diri. "Saya sudah menunggu lima bulan. Hasilnya masih menunggu perkembangan tanpa hasil," keluhnya, Senin (18/3).

Jokowi mengatakan, tidak dilanjutkannya kontrak direksi PT MRT, karena pihaknya melihat dalam waktu lima bulan yang telah diberikan untuk menyelesaikan sejumlah kendala dan persoalan pada rencana pembangunan MRT tak kunjung memperlihatkan kemajuan.
Untuk penggantian kedua direksi tersebut, menurutnya masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara ini di jajaran direksi hanya tersisa satu jabatan saja yakni Direktur Keuangan dan Administrasi yang dijabat oleh Erlan Hidayat.

Sementara posisi Direktur Utama yang diisi oleh Tribudi Rahardjo dan Direktur Perencanaan, Operasi dan Pemeliharaan, Rachmadi saat ini masih kosong. Selain itu, Direktur Konstruksi yang dijabat oleh Wishnu Subagio Jusuf juga kosong, karena yang bersangkutan telah mengundurkan diri pada Oktober 2012.

"Pada 19 Februasi itu dirut dan direksi sudah berakhir. Pemilihannya melalui RUPS. Tapi semua harus dipelajari, siapa yang jadi direksi dan komisaris, performa perusahaan seperti apa. Ada satu direksi yang belum habis," kata Jokowi seperti dilansir Beritajakarta.com, media resmi Pemda DKI.

Jokowi mengaku, kebutuhan posisi direksi sangat mendesak. Namun, hingga saat ini ia belum menyentuh permasalahan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang di dalamnya juga termasuk MRT. "Kebutuhan mendesak tapi saya belum punya waktu. Banyak di meja saya, tapi saya belum masuk ke BUMD," ujarnya.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat mengakui, posisi direksi hanya dijabat oleh dirinya saja. Sehingga beberapa tugas lain yang sebelumnya dikerjakan oleh dua direksi, terpaksa dikerjakan sendiri. Namun, ketiadaan dua direksi itu diyakini tidak akan mengganggu kinerja di internal, hanya saja lebih lamban dari waktu sebelumnya. "Saya cukup kedodoran juga. Sampai untuk menghadapi warga Fatmawati juga harus saya yang turun," tandasnya. (Erna/BJ/Wan)