Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

DKI Anggarkan Perbaikan Drainase Rp 35 Miliar

JAKARTA. MJ-Buruknya drainase di Jakarta menyebabkan air dari saluran dengan mudahnya meluap ke jalan saat terjadinya hujan.

Untuk perbaikan drainase tersebut tahun ini Pemprov DKI menganggarkan dana sebesar Rp 35 miliar, di mana salah satu titik drainase yang akan diperbaiki adalah di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, drainase yang ada saat ini masih kurang baik. Sehingga tidak mampu menampung air hujan, terlebih jika terjadi hujan lebat seperti Rabu (6/2) kemarin.


"Sudah jelas kemarin hujan deres dua jam saja udah begini, ya itu drainasenya tidak nampung," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (7/2) seperti dilansir Beritajakarta.com, situs berita milik Pemda DKI.

Beberapa waktu lalu Jokowi juga sudah mengecek sendiri kondisi drainase di kawasan Jalan MH Thamrin. Mantan Walikota Solo tersebut pun kaget dengan kondisi drainase yang hanya berdiameter 60 sentimeter. Ke depan pihaknya akan memperbesar ukuran drainase yang ada dan disesuaikan dengan keadaan saat ini. "Itu drainasenya perlu digedein, karena tidak cukup," ujarnya.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Ery Basworo mengakui, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 35 miliar untuk perbaikan drainase pada tahun ini. Setelah melakukan evaluasi di sekitar Jalan MH Thamrin yang selalu tergenang saat hujan, diketahui disebabkan adanya saluran yang kondisinya melengkung. Posisinya yakni tepat berada antara perlintasan Gedung Jakarta Theater dengan Gedung Jaya. Akibatnya air justru kembali ke arah Gedung Jakarta Theater.

Menurut Ery, pompa yang disediakan pun tidak mampu menyedot air terlalu banyak. Namun genangan yang ada langsung surut saat hujan berhenti. Mengingat curah hujan pada Rabu (6/2) kemarin memang cukup lebat yakni mencapai 53,7 milimeter per menit.

Ia menyebut untuk kawasan Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan Jalan Sabang, perbaikan drainase menjadi prioritas pihaknya. Sedangkan untuk lokasi lain pihaknya masih melakukan pemetaan. “Lokasinya masih dipetakan. Di antaranya termasuk di kawasan Thamrin, Sudirman dan Sabang,” sebut Ery.

Khusus untuk di kawasan Kuningan dalam pembangunan dan perbaikan drainase, pihaknya diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 10 miliar. Ia juga mengakui dalam pembangunan saluran air, kerap terkendala karena banyaknya utilitas. Karena itu, ia meminta pihak pemilik utilitas untuk membongkar asetnya di kawasan yang akan dijadikan sebagai saluran air. “Kita minta kepada stakeholder untuk memindahkan utilitasnya ke daerah yang telah ditetapkan di dalam perda," pintanya.  (Erna/BJ)