Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Ormas Betawi Peduli Sampah

Warga peduli sampah. Foto : detik.
JAKARTA, MJ-Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) mendeklarasikan ‘Gerakan Forkabi Peduli Sampah’. Gerakan ini dideklarasikan dalam ajang perayaan tahun baru Jakarta Night Festival (JNF) di Bundaran Hotel Indonesia.
“Ini adalah upaya sungguh-sungguh dalam niat maupun aksi nyata anak Betawi untuk turut menangani permasalahan di Jakarta, salah satunya persoalan kebersihan kota,” kata Ketua DPP Forkabi, Murdhani, Selasa (1/1).

Dikatakan Murdhani, gerakan yang digagas ormasnya merupakan bentuk dukungan atas program Gubernur DKI Jakarta untuk membangun Jakarta Baru. “Prinsipnya, kami mendukung siapa saja yang ingin membangun Jakarta,” ujar mantan Walikota Jakarta Timur itu.

Forkabi, kata Murdhani, mendukung rencana pelibatan pemulung dan warga sekitar kali untuk direkrut menjadi mitra kerja Dinas Kebersihan, sebagai tenaga pembersih kali. ”Siapa lagi yang bersihin kampung kita, kalau bukan kita sendiri,” tegasnya.

Wacana tersebut, kata Murdhani sangatlah cemerlang karena dapat menyelesaikan masalah sampah di kali, yang selama ini diketahui sebagai salah satu faktor penyebab banjir. “kegiatan ini juga dapat membuka lapangan kerja bagi ribuan orang,” katanya.

Namun, dia berharap, pemulung yang direkrut sebaiknya diproritaskan warga yang berdomisili disepanjang kali dan ber-KTP DKI Jakarta. ”Pemulung memang profesinya berhubungan dengan sampah, sehingga dapat bekerja lebih efektif. Terlebih lagi, jika berdomisili di sepanjang kali, sekaligus mereka dapat ikut menjaga kebersihan kali dan lingkungan,” ujarnya.

Ketua DPD Forkabi Jakarta Timur, Zulkarnain menambahkan, salah satu pemecahan masalah penanganan sampah adalah mengubah budaya masyarakat. Menurut dia, perlu segera diterapkan sanksi hukum yang tegas terhadap masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat. “Warga harus dibiasakan membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jadwal yang telah disepakati,” katanya.

Komitmen dan konsistensi Pemeritah Daerah serta seluruh pemangku kepentingan, kata dia, mutlak dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan sampah di ibu kota. “Pemerintah Daerah harus melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap infrastruktur kebersihan kota. Termasuk melakukan peremajaan armada angkutan sampah yang sudah tua, agar kinerjanya optimal,” katanya.

Sementara itu, ratusan anggota Forkabi dari seluruh Jakarta mengelar aksi simpatik membagikan kantong sampah kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ikut memeriahkan ajang Jakarta Night Festival. Mereka juga menghimbau para pedagang di sepanjang Jl Jenderal Sudirman - Jl MH Thamrin  itu untuk menjaga kebersihan.

Dimulai sejak pukul 03.00 WIB Selasa (1/1), ratusan massa tersebut melakukan aksi bersih-bersih di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia. Mereka mengumpulkan sampah sisa perayaan malam pergantian tahun. “Ini bentuk aksi nyata kita membantu aparat Dinas Kebersihan,” ujar Sekretaris DPP Forkabi, Abdul Sakur Al Battawi.

Di tempat terpisah, Sekjen Forum Betawi Rempug (FBR), Daniel Al-Haj mengatakan, FBR siap mendukung berbagai upaya dalam rangka membangun kota Jakarta. “Ormas Betawi beserta unsur warga Jakarta lainnya selalu siap membangun Jakarta,” katanya.

Menurut dia, selain kebersihan, kesemerawutan penataan PKL juga merupakan masalah ibu kota. “Pemerintah Daerah harus konsisten menata PKL. Ini salah satu indikator komitmen pemerintah dalam mewujudkan Jakarta baru yang semakin tertata rapi,” tandasnya. (Beritajakarta.com)