Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

5 Reaksi Jokowi Hadapi Warga Jakarta yang Bandel

Jokowi dikerumuni awak media. Foto by Kompas.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dihadapkan dengan berbagai perilaku warga saat meninjau kantong-kantong permasalahan Ibukota. Ada warga yang mau diatur, tapi ada juga yang bandel.

Jokowi selalu mengutamakan pendekatan persuasif menghadapi beragam watak warganya. Ia kerap mengajak warga duduk bersama, mendengarkan aspirasi dan memecahkan masalah bersama-sama.

Terkadang, Jokowi juga merasa kecewa dengan sikap warga yang sulit diatur. Namun suami Iriana ini tetap tegas menerapkan aturan dan terus berupaya menelurkan terobosan dalam membenahi Jakarta.

Berikut 5 reaksi Jokowi menghadapi warga yang bandel:

1. Diminta Ngungsi kok Dadah
 Jokowi meninjau warga korban banjir di Pluit. Banyak warga yang memilih bertahan di rumahnya meski banjir semakin tinggi.
Saat Jokowi mengajak untuk pindah, warga hanya melambai-lambaikan tangan.

"Ya sudah saya putar sampai malam kemarin, terus nggak mau pindah malah dadah-dadah. Mereka teriak, Pak Jokowi, Pak Jokowi sambil dadah-dadah gitu," ujar Jokowi sambil menirukan lambaian tangan warga Pluit, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2013).

Jokowi akan memilih proposal mengatasi banjir yang berteknologi.
Bagi dia, diperlukan terobosan berani untuk mengatasi banjir yang menelan kerugian hingga Rp 20 triliun ini.

2. Tegas Geser Warga Kali Ciliwung
 Jokowi optimis merelokasi warga di bantaran kali Ciliwung. Dengan pendekatan yang tepat, warga yang bertahan di pinggiran sungai bisa dipindahkan ke lokasi aman.

"Iya karena sudah merasakan dan kita harus tegas untuk pindah, geser," ujar Jokowi yang berbatik cokelat ini.

Sosialisasi kepada warga soal bahaya banjir juga akan terus dilakukan. Dukungan pemerintah seperti yang sudah disampaikan Presiden SBY akan memperkuat kerja Jokowi.

"Skenario sudah ada di kita. Ada yang di Pasar Rumput kira-kira 7 ribu, tapi yang harus dipindahkan 34 ribu. Jadi kekurangannya harus kita cari," terangnya.

Jadi, optimistis terus Pak? "Optimis. Moso kerja nggak optimis," jawabnya sambil berjalan.

3. Macet? Jangan Main Sodok
Jokowi meminta agar warga mengedepankan budaya tertib berlalu lintas saat didera kemacetan parah. Bagi dia, budaya tertib berlalu lintas masyarakat dapat mengurangi kemacetan 30-40 persen.

"Di perempatan tidak saling sodok. Tapi kalau ramai ya nunggu, sehingga orang yang lewat diberi misalnya anu terlebih dahulu," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan sandal jepit ini di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2012).

Menurut dia, budaya tertib masyarakat harus dimulai dari hal yang kecil. Sopir-sopir angkutan juga diminta untuk tidak sembarangan berhenti di jalan. Pengguna angkutan umum harus naik atau turun di halte. Sopir angkutan umum juga harus menurunkan penumpang di halte. Begitu juga dengan pengguna mobil pribadi.

4. Tangkap Penembak Halte Bus TransJ
Jokowi meminta masyarakat menangkap langsung oknum berandalan yang hobi menembaki halte bus TransJakarta.

"Tanyakan ke aparat. Mestinya seluruh masyarakat mempunyai rasa memiliki (keamanan)," ujar Jokowi usai membagikan Kartu Jakarta Sehat ke warga RT 13/7 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2012).

Menurut Jokowi, halte bus TransJ merupakan fasilitas masyarakat. Semua pihak juga harus menjaga dan memelihara keamanan.

"Itu fasilitas masyarakat, fasilitas kota, sehingga semuanya harus menjaga, memelihara. Kalau ada yang nembakin, lihat langsung tangkap, kalau perlu massa yang tangkap," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.

Jokowi akan memasang CCTV untuk menjamin keamanan di halte bus TransJ. Peristiwa perusakan halte bus TransJ di Pancoran Tugu dan halte busway Tebet BPKM.

5. Beri Gerobak PKL 'Perampok' Trotoar
Jokowi berjanji menata pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta. Ayah 3 anak ini meminta agar PKL tidak semaunya sendiri menggelar dagangannya di trotoar dan melawan saat ditertibkan.

Ia mendukung gerakan memberikan gerobak bagi PKL agar tidak sembarangan menggelar lapak seperti yang dilakukan Bank DKI yang menyerahkan bantuan berupa 28 gerobak kepada PKL di kawasan Masjid Sunda Kelapa.

"Ya setujulah, bukan setuju lagi, bagus sekali kok, biar jualan nggak sembarangan lagi," ujar Jokowi di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2013).

Jokowi juga berencana memasukkan PKL ke mal-mal dan meminta agar PKL disediakan tempat di gedung-gedung Jakarta.

(aan/nrl/detikcom)