Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Kartu Jakarta Pintar akan terbit 17 November

JAKARTA, MEDIAJAKARTA- Pemprov DKI Jakarta siap meluncurkan kartu Jakarta Pintar pada tanggal 17 November 2012 mendatang. Rencananya 3000 Jakarta Pintas akan dibagikan pada hari pertama peluncuran kartu bagi pelajar di DKI itu.

"Peserta didik sudah terinventarisir, data sudah ada 8000. Sudah bisa disalurkan 3000 pada tanggal 17 (November)," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama di Balai Kota, Kamis (1/11).

Menurut Taufik, kartu Jakarta Pintar baru akan diberikan pada siswa SMA dan SMK saja. Namun diharapkan tahun depan kartu tersebut dapat mencakup siswa SD dan SMP juga. Total ada 10.000 kartu yang akan dibagikan Pemprov DKI Jakarta untuk tahun ini.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, kartu Jakarta Pintar merupakan kartu ATM Bank DKI yang setiap bulannya akan diisi uang Rp240 ribu. Uang bulanan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan personal siswa seperti alat tulis, seragam dan ongkos transportasi.

Penerima sendiri merupakan siswa yang tidak mampu yang telah memenuhi 24 poin persyaratan. Siswa penerima kartu Jakarta Pintar nantinya direkomendasikan oleh sekolah masing-masing.

Taufik menambahkan, tantangan terbesar program ini adalah memastikan bantuan tidak diselewengkan. "Tepat guna adalah tantangan besarnya. Ini utamanya jadi tugas sekolah untuk memberikan pemahaman akan biaya personal kepada siswa dan orang tua," terang Taufik.

Selain meringankan beban siswa, program kartu Jakarta Pintar juga mendidik siswa untuk mengelola keuangannya sendiri. Dengan bantuan berbentuk ATM, siswa diharapkan dapat belajar bertanggung jawab dan mampu mengelola keuangan.

"Inilah pendidikan dalam arti luas. Siswa dari keluarga tidak mampu dapat mengenal sejak dini sistem perbankan, pengelolaan diri, termasuk pengelolaan keuangan," pungkasnya. (dil/jpnn)

Tidak ada komentar: