Jakarta

[Jakarta][bleft]

Bisnis

[Bisnis][bleft]

Tekno

[Tekno][bleft]

Lingkungan

[Lingkungan][bleft]

Sport

[Sport][bleft]

Politik

[Politik][bleft]

Internasional

[Internasional][bleft]

Kolom

[Kolom][bleft]

Panitia Kurban Diciduk Densus 88

Foto : lopi/beritajakarta.com.
JAKARTA, MEDIAJAKARTA-Selain menggerebek dua rumah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Gegana juga menggerebek sebuah rumah Nomor 9 berlantai dua di Kelurahan Kebonkacang 14, RT 04/04, Tanahabang, Jakarta Pusat.


Seorang laki-laki terduga teroris berinisial NT (50) juga ditangkap saat sedang membagi-bagikan daging kurban, karena kebetulan yang bersangkutan menjadi ketua panitia kurban di dekat rumahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto membenarkan, adanya operasi kepolisian terkait kejahatan terorisme itu. "Satu orang tersangka yang berinisial NT ditangkap," sebut Rikwanto, Sabtu (27/10).

Tim terpadu Densus 88 Antiteror dan Gegana juga mengamankan dua buah tas ransel yang diduga berisi bahan berbahaya. "Saat ini sedang ditangani oleh Tim Gegana," tambah Rikwanto.

Sementara itu, Arif Fahriansyah (34), keponakan NT ketika dikonfirmasi di tempat kejadian mengatakan pihaknya terkejut dengan kedatangan Tim Densus 88 tersebut. Menurutnya, prosedur yang dilakukan oleh polisi saat menangkap pamannya tidak masuk akal. "Tidak ada surat penggeledahan dan semua daerah sekitarnya tiba-tiba disterilkan dan dipasang garis polisi," ungkapnya.

Mengenai tas, Arif mengatakan yang dibawa oleh polisi adalah sebuah tas yang berisi laptop, bukan ransel. Pihak keluarga sendiri akan menghubungi pengacara dan berencana menuntut pihak kepolisian. Namun, ia mengaku tidak tahu dengan keberadaan NT tersebut "Kita akan menuntut hak kita sebagai warga negara," tegas Arif.

Saat ini, kondisi di tempat kejadian sudah kondusif dan garis polisi sudah dicopot, pihak kepolisian pun sudah tidak tampak berjaga-jaga di lokasi. (BeritaJakarta).

Tidak ada komentar: